Meski Ekspor-Impor Turun, Neraca Perdagangan 2016 Surplus US$ 8,78 M

Meski Ekspor-Impor Turun, Neraca Perdagangan 2016 Surplus US$ 8,78 M
Ilustrasi ( Foto: Antara/Sigid Kurniawan )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 16 Januari 2017 | 11:55 WIB

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2016 mengalami surplus sebesar US$ 8,78 miliar. Angka itu selisih kumulatif ekspor Januari-Desember 2016 sebesar US$ 144,43 miliar dengan impor Januari-Desember 2016 sebesar US$ 135,65 miliar.

"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2016 mencapai US$ 144,43 miliar atau menurun 3,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, sedangkan ekspor nonmigas mencapai U$ 131,35 miliar atau menurun 0,34 persen," tulis keterangan resmi BPS yang dipublikasikan, Senin (16/1).

Sementara secara kumulatif nilai impor Januari–Desember 2016 mencapai US$ 135,65 miliar atau turun 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 18,72 miliar (turun 23,92 persen) dan nonmigas US$ 116,93 miliar (turun 0,98 persen).

Sementara neraca perdagangan khusus bulan Desember 2016 mencatat surplus US$ 990 juta. Angka itu selisih dari nilai ekspor Indonesia Desember 2016 yang mencapai US$ 13,77 miliar dengan impor Desember sebesar US$ 12,78 miliar.

Pada Desember ekspor Indonesia sebesar US$ 13,77 miliar atau meningkat 1,99 persen dibanding ekspor November 2016. Demikian juga dibanding Desember 2015 meningkat 15,57 persen.

Nilai impor Indonesia Desember 2016 mencapai U$ 12,78 miliar atau naik 0,88 persen apabila dibandingkan November 2016. Demikian pula jika dibandingkan Desember 2015 naik 5,82 persen.

BPS juga menyebutkan, ekspor nonmigas Desember 2016 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 1,86 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,46 miliar dan Jepang US$ 1,24 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,39 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,43 miliar.

Adapun tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Desember 2016 adalah Tiongkok dengan nilai US$ 30,69 miliar (26,24 persen), Jepang US$ 12,97 miliar (11,09 persen), dan Thailand US$ 8,60 miliar (7,36 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,46 persen, sementara dari Uni Eropa 9,11 persen.







Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE