Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 kepala keluarga (KK) dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Lampung

Dirjen P2KT Kemenakertrans, Jamaluddien Malik, mengatakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan membuka lokasi transmigrasi di Kabupaten Toraja Utara, tahun ini.

Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 kepala keluarga (KK) dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Lampung.

Kawasan Toraja Utara sangat cocok untuk lokasi transmigrasi untuk komoditas perkebunan dan pertanian. Kondisi geografis pada kabupaten di Sulsel ini sangat cocok untuk perkebunan kopi, markisa, cengkeh, dan kakao. Menurut Malik, para transmigran yang akan ditempatkan di Toraja Utara akan diseleksi dengan ketat mengingat potensi daerah tersebut sangat besar.

“Transmigran yang akan ditempatkan di daerah ini sebanyak 200 KK yang difokuskan untuk komoditas perkebunan dan agricultur. Tahun ini akan mulai dibuka dan mereka yang ditempatkan disini berasal dari seluruh Indonesia,” kata Jamaluddien.

Kerjasama Antar Daerah

Sementara itu, sebanyak 19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 18 Pemerintah Kabupaten/Kota sepakat untuk mendukung dan bekerja sama meningkatkan program ketransmigrasian. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan naskah Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) Pemprov dan pemkab/kota.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, menuturkan komitmen para kepala daerah ini diharapkan menjadi jembatan penghubung bagi pembangunan antar wilayah di lokasi transmigrasi dan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui mekanisme Kerja Sama Antar Daerah, program transmigrasi dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.

“Pemerintah berharap KSAD di bidang transmigrasi ini dapat menciptakan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah pengirim dan penerima transmigran serta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan transmigrasi, “kata Muhaimin dalam Siaran Pers di Jakarta, hari ini.

Tujuan KSAD di bidang ketransmigrasian ini adalah agar pemerintah kabupaten/kota, terutama yang memiliki daerah transmigrasi dapat merencanakan dan melaksanakan program transmigrasi sesuai dengan potensi wilayahnya
 
Selama ini, pelaksanaan program transmigrasi selama ini telah membuktikan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja dengan berwirausaha. Program pembangunan transmigrasi berbasis kawasan pun menurut dia, dapat dijadikan sebagai salah satu skema pembangunan.

"Pembangunan wilayah transmigrasi ini tidak hanya berbasis spasial dan komoditas unggulan tertentu. Tetapi secara bersamaan juga memberdayakan masyarakat di kawasan transmigrasi," ujar Muhaimin.

ke-19 pemprov yang terlibat kerja sama transmigrasi ini, terdiri dari lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Jogjakarta dan Lampung, serta 14 provinsi daerah penempatan seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
 
Sedangkan 18 daerah yang terlibat di dalam kerja sama ini terdiri dari 10 pemerintah kabupaten/kota daerah asal di antaranya Pesawaran, Lampung Utara, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Surakarta, Bondowoso, Pasuruan, Situbondo, dan Sampang. Selanjutnya, delapan pemerintah kabupaten/kota daerah tujuan transmigrasi antara lain Kaur, Kubu Raya, Gunung Mas, Bulungan, Luwu Timur, Wajo, Luswu Utara, dan  Konawe Selatan.


Penulis: /FEB