Ilustrasi beras.
Pemerintah minta Bulog atas kartel bahan pokok

Pemerintah mengharapkan agar Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa mengatasi adanya kartel yang mempermainkan harga bahan-bahan pokok.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menegaskan, praktik kartel tidak boleh terjadi, karena dapat merugikan masyarakat dari naiknya harga kebutuhan sehari-hari secara tidak wajar. Selain itu, praktik kartel dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu yang menjadi anggotanya.

"Kartel tidak boleh terjadi. Dia menyusahkan masyarakat," ujar Hatta, di Jakarta, Senin (10/12).

Untuk menanggulangi praktik tersebut, kata Hatta, pemerintah telah meningkatkan peran Bulog sebagai stabilisator harga. Dalam hal ini, Bulog tidak hanya menampung produk beras dari petani, melainkan juga kedelai, dan nantinya gula.

"Ini agar stabilitas harga terjamin" imbuhnya.

Menurut Hatta, tren kenaikkan harga bahan pokok, terutama beras, terjadi pada Desember hingga Januari, karena memasuki masa paceklik. Namun Hatta mengklaim, saat ini stok beras yang dimiliki Bulog masih mencukupi, yakni hingga 2 juta ton.

Seandainya masih terjadi kenaikan, pemerintah menurut Hatta, dipastikan akan melakukan intervensi untuk stabilisasi harga. Dia juga menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan rapat koordinasi pangan untuk menjaga stabilitas inflasi.

"Setiap minggu saya lakukan rapat koordinasi pangan, dan ketat. Kalau tidak kerja sama, kita tidak bisa menjaga inflasi rendah," katanya.

 


Penulis: /FEB