Ilustrasi pariwisata Bali.
Jumlah penerimaan devisa dari wisman ditargetkan mencapai US$10,35 miliar tahun depan, meningkat 14,11 persen dibandingkan estimasi tahun ini US$9,07 miliar

Sektor pariwisata nasional diproyeksikan mampu menyumbang pendapatan US$28,85 miliar (Rp278 triliun) pada 2013, naik 7,52 persen dibandingkan perkiraan perolehan tahun ini Rp259,07 triliun. Sumbangan itu diperoleh dari pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung dan berwisata di Indonesia.

Dalam rencana strategis (renstra) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah penerimaan devisa dari wisman ditargetkan mencapai US$10,35 miliar tahun depan, meningkat 14,11 persen dibandingkan estimasi tahun ini US$9,07 miliar.

Jumlah kunjungan wisman juga diharapkan meningkat menjadi 9 juta wisman dari tahun ini 8 juta wisman. Sementara itu, wisnus diharapkan dapat menyumbang pendapatan hingga US$18,5 miliar. Jumlah wisnus juga diperkirakan meningkat dari 245 juta kunjungan menjadi 250 juta kunjungan pada 2013.

“Kedepannya, kami akan mengejar, tidak hanya dari kuantitas (jumlah wisatawan), tetapi juga kualitas kunjungan wisata seperti lama tinggal dan jumlah uang yang dihabiskan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada cara jumpa pers akhir tahun 2012 di Jakarta, Rabu (19/12).

Mari Elka optimistis, sektor pariwisata Indonesia akan tetap cerah pada 2013, terlebih dengan digelarnya sejumlah even internasional yang akan berlangsung sepanjang tahun. Ada rencana KTT tingkat kepala negara untuk APEC 2012, pertemuan tingkat menteri World Trade Organization (WTO), dan pemilihan Miss World di Indonesia.

Di sisi lain, dia mengakui bahwa tahun depan, kondisi ekonomi global masih tidak menentu dan bisa berdampak terhadap semua sektor, termasuk pariwisata. “Untuk itu, diperlukan kerja keras serta antisipasi dengan berbagai upaya yang kreatif dalam melakukan promosi ataupun diversifikasi produk wisata dan pasar,” ungkapnya.

Penulis: /FEB