Ilustrasi betonisasi

Harga mengikuti basic price dari pemerintah setempat

 


Jakarta - Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) akan mutu beton, yang di keluarkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hanya mengatur tentang apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai mutu tertentu, bukan standar harga.

 

Demikian disampaikan Guratno, Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU itu, mengatakan hal itu di kantornya, Jumat (8/2), saat menerima anggota DPRD Kutai Kartanegara yang datang untuk berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan teknis terkait ke-PU-an.

 

”SNI kita itu mengatur tentang standar berapa material, ipah, alat, juga metode kerja dan transportasi, sementara harga mengikuti basic price dari pemerintah setempat,” kata Guratno.

 

Lebih lanjut Guratno menerangkan, harga untuk ready mix beton tersebut dapat dihitung dengan menggunakan Analisis Harga Satuan dengan memperhitungkan data dasar berupa harga material, upah dan alat. Untk harga dasar ready mix tersebut di tiap daerah dapat berbeda-beda tergantung ketersediaan sumber material dan tenaga kerja.

 


Selanjutnya, untuk melakukan perhitungan harga ready mix dapat menggunakan acuan SK Bupati/Walikota/ Gubernur tentang penetapan harga dasar bahan, upah dan alat pada daerah bersangkutan. “Hal ini tentunya tidak ada standar deviasi dalam penentuan harga ready mix per m3 tersebut,” tambah Guratno.

 


Anggota DPRD yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, S Mode Suthana, itu, datang bersama dengan dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Kutai Kartanegara dan diterima oleh sejumlah pejabat Kementerian PU dari Ditjen SDA, Bina Marga, Cipta Karya dan Penataan Ruang. 

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/FMB

Sumber:Suara Pembaruan