Ilustrasi gardu listrik PLN

Berdasarkan perkiraan kami hanya 16 proyek yang bisa selesai pada 2016 nanti. Total tambahan daya ke-16 proyek ini yaitu 2.230 MW.




Jakarta – PT PLN (Persero) memperkirakan tambahan kapasitas pembangkit panas bumi (PLTP) program percepatan 10 ribu megawatt (MW) tahap kedua hanya bisa bertambah 2.230 MW pada 2016 nanti. Padahal seharusnya daya PLTP bertambah 4.649 MW.



Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang menuturkan, penyelesaian pembangkit panas bumi setidaknya membutuhkan waktu paling cepat 5 tahun. Perhitungan ini dengan catatan kontraktor pembangkit tidak memulainya dari kegiatan eksplorasi yang memakan waktu setidaknya 3 tahun dan cenderung tidak banyak kendala.




“Berdasarkan perkiraan kami hanya 16 proyek yang bisa selesai pada 2016 nanti. Total tambahan daya ke-16 proyek ini yaitu 2.230 MW,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/2). Proyek yang pasti rampung pada 2016 ini yaitu 3 proyek milik PLN dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), 5 proyek PGE, 2 proyek Geodipa Energy, 3 proyek Chevron Indonesia dan Sarulla Operation Limited (SOL), serta 3 proyek yang digarap Supreme Energy.



Sementara sebanyak 36 proyek PLTP dengan total kapasitas 2.695 MW dipastikan tidak akan bisa selesai pada 2016. “Ke-36 proyek ini paling cepat bisa rampung pada 2018,” ujar Nasri. Hal ini dengan catatam adanya bantuan dari pihak – pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian aturan yang dibutuhkan. Rincinya, sebanyak 6 proyek berkapasitas 360 MW masih terkendala masalah lokasi yang masuk dalam hutan konservasi. Kemudian, 16 proyek 1.510 sebesar masih bermasalah di sisi teknis. Sisanya, 14 proyek berkapasitas 825 MW masih belum dilelang.

Investor Daily

Penulis: Bayu Marhaenjati/RIN/FMB

Sumber:Investor Daily