Masuk Tol Bekasi, Truk Besar Sementara Diberhentikan

Masuk Tol Bekasi, Truk Besar Sementara Diberhentikan
Sejumlah Polisi dan Dishub mengarahkan kendaraan roda empat berplat nomor ganjil berputar balik keluar dari gerbang tol Bekasi Barat 1 di Bekasi, Jawa Barat, 12 Maret 2018. ( Foto: Antara / Widodo S Jusuf )
Mikael Niman / YUD Rabu, 14 Maret 2018 | 10:56 WIB

Bekasi - Tidak berbeda dengan penerapan sistem ganjil-genap di hari pertama dan kedua, di hari ketiga Rabu (14/3) kondisi lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek terpantau lancar. Kecepatan pengendara di atas 60 kilometer/jam. Kelancaran arus lalu lintas ini didukung adanya penghentian sementara laju truk golongan III-IV dan V di bahu jalan atau tempat istirahat di Tol Jakarta-Cikampek, selama pukul 06.00-09.00 WIB.

"Masih seperti hari pertama dan kedua, di hari ketiga ini kecepatan kendaraan di dalam tol mencapai 60 km/jam. Sebelumnya hanya 30-40 km/jam," ujar Humas PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Tol Jakarta-Cikampek, Irwansyah, Rabu (14/3).

Dia mengatakan, tiga paket kebijakan yang diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek masih efektif menurunkan jumlah lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, sejak pukul 06.00-09.00 WIB.

"Dengan penerapan tiga paket kebijakan yaitu sistem ganjil genap, pengaturan operasional kendaraan golongan III, IV dan V serta paket kebijakan jalur khusus bus di lajur 1, berdampak terhadap peningkatan laju kendaraan," tuturnya.

Hari kedua, Selasa (13/3) kemarin, Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol (GT) Bekasi Barat 1 sebanyak 3.228 kendaraan arah ke Jakarta. Angka tersebut turun 18% dari kondisi normal yang mencapai 3.936 kendaraan.

Lalu kendaraan yang masuk ke GT Bekasi Barat 2 mencapai 1.854 kendaraan atau turun 37% dari kondisi normal yang mencapai 2.927 kendaraan.

Sementara itu, kendaraan yang masuk melalui GT Bekasi Timur 2 sebanyak 1.542 kendaraan atau turun 35% dibanding kondisi normal yang mencapai 2.362 kendaraan.

"‎Data tersebut, hanya dihitung untuk kendaraan yang menuju ke Jakarta," tuturnya.

Sedangkan kebijakan pembatasan kendaraan golongan III, IV dan V, yang diberlakukan mulai dari Karawang Barat hingga Cawang dan arah sebaliknya, Cawang hingga ke Karawang Barat, mulai pukul 06.00-09.00 WIB juga terjadi penurunan volume lalu lintas di hari kedua kemarin.

Kendaraan golongan III-V yang menuju ke Cikampek mencapai 82,25% atau 732 kendaraan dari 890 kendaraan pada kondisi normal.‎ Sedangkan kendaraan golongan III-V arah Jakarta mengalami penurunan mencapai 78,78% atau 557 kendaraan dari 707 kendaraan pada kondisi normal.

Irwansyah mengatakan, truk golongan III-IV dan V yang sudah terlanjur masuk Tol Jakarta-Cikampek, sebelum pukul 06.00 WIB, diminta petugas untuk menhentikan lajunya di bahu jalan, hingga pukul 09.00 WIB kembali melanjutkan perjalanannya. ‎"Kita mengehentikan sementara kendaraan golongan III-V di bahu jalan, hingga pukul 09.00 WIB," ungkap Irwansyah.

Dia menjelaskan, para pengemudi truk golongan III, IV dan V yang menyiasati waktu dengan masuk ke Tol Jakarta-Cikampek, pada‎ pukul 05.50 WIB.

"Ada truk golongan III ke atas yang sengaja masuk pukul 05.50 WIB, kita hentikan sementara di bahu jalan atau di rest area. Bahu jalan fungsinya untuk menepikan kendaraan," katanya.

Para sopir truk, kata dia, mau mengikuti permintaan petugas dengan menghentikan kendaraanya di bahu jalan atau tempat istirahat.

Secara keseluruhan, sambung dia, penerapan paket kebijakan di Tol Jakarta-Cikampek dapat mengatasi kemacetan di ruas tol ini.

"Pemberlakuan paket kebijakan Tol Jakarta-Cikampek dampaknya dapat dilihat dari sisi kelancaran Tol Jakarta Cikampek di kedua arah yang cukup signifikan," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya untuk berpartisipasi aktif terhadap penerapan paket kebijakan di Tol Jakarta-Cikampek, yang berlaku sejak 12 Maret lalu.



Sumber: Suara Pembaruan