TACB Jabar Rekomendasikan Rumah Cimanggis Jadi Cagar Budaya

TACB Jabar Rekomendasikan Rumah Cimanggis Jadi Cagar Budaya
Rumah Cimanggis zaman dulu. ( Foto: istimewa )
Bhakti Hariani / BW Rabu, 14 Maret 2018 | 13:28 WIB

Depok- Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Jawa Barat merekomendasikan Rumah Cimanggis layak menjadi cagar budaya untuk tingkat Kota Depok. Tidak hanya itu, TACB Jawa Barat juga memberikan catatan bahwa rumah peninggalan Gubernur Jenderal VOC ini juga layak menjadi cagar budaya di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Rekomendasi ini telah dikeluarkan oleh TACB Jabar seusai melakukan observasi dan penelitian di lokasi Rumah Cimanggis yang berada di lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI). Lahan kini diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dibangun menjadi kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok, Jawa Barat.

Ketua TACB Provinsi Jawa Barat Lutfi Yondri kepada SP mengatakan, rekomendasi tersebut dikeluarkan berdasarkan kajian dan penilaian yang telah dilakukan secara perinci hingga akhirnya dinyatakan bahwa Rumah Cimanggis layak dijadikan sebagai cagar budaya.

"Kami menganalisa dari sisi latar belakang sejarahnya, melihat arsitektur bangunannya. Maka Rumah Cimanggis ini layak menjadi cagar budaya di tingkat kota dan juga bahkan di tingkat provinsi," ujar Lutfi, Selasa (13/3).

Lebih lanjut diungkap Lutfi, seusai dikeluarkannya rekomendasi ini, maka dalam waktu 30 hari berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 33, maka bangunan yang direkomendasikan sebagai bangunan cagar budaya harus segera ditetapkan oleh Wali Kota untuk menjadi bangunan cagar budaya.

Selain Rumah Cimanggis yang juga disebut sebagai Gedong Tinggi ini, TACB Jabar juga menilai beberapa bangunan bersejarah lainnya di Depok. Salah satunya yang juga layak menjadi bangunan cagar budaya adalah Rumah Pondok Cina yang berada di lokasi lahan milik Margocity.

"Selain itu, area Depok Lama juga memiliki potensi menjadi kawasan cagar budaya. Ke depan bisa dibuat menjadi heritage Depok Lama. Ini kan banyak sekali bangunan bersejarahnya. Kalau dimanfaatkan untuk wisata tentu akan sangat baik dan bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Depok," papar Lutfi.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, Pemkot Depok tengah berkonsultasi dengan Kementerian Agama, Bagian Hukum Pemkot Depok karena Rumah Cimanggis merupakan aset negara. Apalagi, saat ini lahan telah diserahkan kepada Kementerian Agama dari sebelumnya RRI untuk dibangun UIII.

"Ini aset negara jadi wali kota tak memiliki kewenangan dalam menetapkan aset negara. Ini sudah kewenangan nasional. Oleh karena itu kami tengah berkonsultasi lebih dulu," ujar Idris saat ditemui usai kegiatan rotasi dan mutasi 187 ASN Pemkot Depok di Aula Lantai 1 Balai Kota Depok, Selasa (13/3) sore.

Lebih lanjut diungkapkan, TACB Provinsi Jawa Barat seharusnya juga berkonsultasi dengan Kementerian terkait dan juga Badan Pertanahan Nasional. "Kalau kami bisa saja langsung menetapkan jika lahannya memang milik kami atau dibeli oleh kami. Seperti misalnya bangunan bersejarah Makam Uyut Beji di Kecamatan Beji. Itu sudah milik kami," tutur Idris.

Dikatakan, wali kota bisa saja menetapkan bangunan Rumah Cimanggis ini menjadi cagar budaya asalkan ada Perpres yang dikeluarkan oleh Presiden yang menyebutkan bahwa Rumah Cimanggis bisa menjadi bangunan cagar budaya melalui penetapan SK Wali Kota.



Sumber: Suara Pembaruan