Sebelum Dibuang, Siska Dibunuh Sopir Taksi Online

Sebelum Dibuang, Siska Dibunuh Sopir Taksi Online
Ilustrasi jenazah ( Foto: Beritasatu.com )
Vento Saudale / YUD Selasa, 20 Maret 2018 | 16:33 WIB

Bogor - Setelah identitas mayat yang di buang di Cibinong diketahui. Polisi segera menangkap dua tersangka pembunuh Yun Siska Rohani (29). Siska diketahui dibunuh setelah memesan taksi daring (online) pada Minggu kemarin.

Kedua tersangka yakni FH (29) dan FN (29) keduanya diamankan dikediamanya di daerah Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky dalam keterangannya menuturkan, kedua tersangka memang merencanakan melakukan perampokan dan penganiayaan penumpang pengguna taksi daring.

"Salah pelaku yakni FH merupakan sopir taksi online. Bersama FN, mereka merencanakan perampokan penumpang taksi online," kata Dikcy di Mapolres Bogor, Selasa (20/3).

Kapolres menjelaskan kronologi kejadian, pada Sabtu (17/3) malam, sekitar pukul 23.00, kedua tersangka bertemu di rumah makan cepat saji di Simpang Pemda, Cibinong. Diduga di tempat tersebutlah, keduanya merencanakan perampokan melalui aplikasi taksi daring.

Lalu keduanya pun berangkat ke Jakarta menggunakan kendaraan Suzuki Ertiga yang dikemudikan FH. Sekitar pukul 02.00, FH mendapat pesanan penjemputan dari Siska di daerah Casablanka untuk di antar ke sebuah hotel di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

"Korban Siska tidak diantar ke Tebet. Dibawah ancaman, korban dilarikan ke Bogor melalui Tol Jagorawi," kata Dicky.

Dalam perjalanan, Siska diancam menggunakan samurai dengan kondisi terikat dan mulutnya di isolasi. Ketika di rest area daerah Sentul kendaraan mereka berhenti untuk mengecek tabungan korban di anjungan tunai mandiri.

"Mereka minta uang Rp 20 juta. Namun, saldo di tabungan korban nol. Diduga kesal, akhirnya korban dicekik dan dianiaya para pelaku hingga tewas," terang Dicky.

Setelah tewas, jenazah dibuang di semak Perumahan Griya Asri dengan kondisi terikat dan wajahnya tertutup kantong plastik. Usai membuang jenazah, pelaku berpisah di rumah makan cepat saji awal mereka bertemu.

"Pelaku FN kembali ke rumah menggunakan kendaraan yang dititipkan di parkir rumah makan cepat saji. Tersangka FH pulang dengan mobil, juga membawa barang-barang milik korban Siska," tutur Dicky.

Saat ini polisi masih memeriksa secara intensif kedua pelaku. Para pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat (4) KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang pembunuhan dan atau pembunuhan berencana. dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 Tahun.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE