MINDVOKE Competition

Industri Game Virtual Reality Indonesia Terus Diminati

Industri Game Virtual Reality Indonesia Terus Diminati
Shinta VR mempersembahkan CODENAME: MINDVOKE Competition yang menjadi ajang perlombaan e-sport multiplayer dengan teknologi VR pertama di Indonesia ( Foto: istimewa )
Euis Rita Hartati / ERH Senin, 9 April 2018 | 20:52 WIB

Jakarta – Industri game, khususnya Virtual Reality (VR) di Indonesia terus diminati dan pendapatannya diperkirakan terus melonjak hingga 2020. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari sambutan yang antusias pada ajang Codename: Mindvoke – Competition yang dilaksanakan oleh Shinta VR.

“Codename: Mindvoke – Competition merupakan wadah yang ingin kita kembangkan untuk terus meningkatkan minat orang-orang dalam permainan VR. Bukan suatu hal yang mustahil jika VR game pun akan menjadi tren game di Indonesia maupun di dunia dalam beberapa tahun kedepan. Oleh karena itu, kami bangga bisa menjadi pengembang permainan VR yang menghasilkan game multiplayer pertama di Indonesia. Kedepannya kami sangat optimis untuk terus mengembangkan Codename: Mindfvoke agar lebih dapat dimainkan oleh gamers secara lebih luas. terutama untuk bisa menjadikan game kami ini go internasional,” kata Co-Founder Shinta VR Akira Sou.

Tren dari industri game yang tidak dapat dibendung saat ini juga yang membuat Shinta VR sebagai developer game lokal menciptakan sebuah game VR yang hadir dengan banyak keunikan. Codename: Mindvoke akan membuat pemainnya merasakan sensasi masuk kedalam surreal world, sebuah tempat yang diciptakan untuk para pemain menikmati pertarungan yang unik dan fantastik dalam memainkan game tersebut.

Cara permainan game ini adalah 2 tim yang bermain akan bertanding dalam dunia surreal, untuk berlomba menumbangkan tim lawan. Hal yang asyik dalam memainkan Game FPS satu ini, pemain dibekali dengan 3 main weapon, yang digerakkan sesuai dengan fungsinya. Misalnya, jika mendapatkan busur dan panah, pemain akan membidik dan menembak layaknya atlit panahan profesional. Codename: Mindvoke juga dibekali dengan signature move seperti teleportasi dan terbang melesat ke udara.

Andes Rizky, Co-Founder Shinta VR berpendapat, Indonesia dipenuhi anak-anak muda yang kreatif. Mereka mampu untuk bersaing dan tidak kalah dengan warga negara lain. Dengan tingginya penetrasi pasar dalam industri game virtual, Shinta VR akan terus berkomitmen untuk melakukan inovasi, agar game Codename: Mindvoke bisa terus berkembang dan menjadi game virtual pertama di Indonesia yang menembus pasar international.

Codename: Mindvoke – Competition akan menjadi perlombaan pertama yang diselenggarakan oleh Shinta VR, namun akan menjadi langkah pertama bagi Shinta VR untuk terus berkembang. Shinta VR akan berkolaborasi dengan beberapa kegiatan, diantaranya adalah dengan Game Prime Event di bulan Juni, 2018, kemudian menggandeng Ultimohombre, yang rencananya akan menjadi liga e-sport dari Inggris pertama hadir di Indonesia. Serta, bergabung dalam Habibie Festival, yang merupakan kegiatan showcase teknologi dari berkaya Indonesia di bulan November 2018.

Chief Technology Officer Shinta VR, Andrew Steven Puika, menambahkan, bahwa Codename: Mindvoke akan terus dikembangkan dari segi manapun untuk terus menjadi konten game VR yang bukan hanya seru, tetapi juga memberikan pengalaman yang beda sehingga bisa bersainShinta VR telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 50 perusahaan nasional maupun internasional.g dengan berbagai konten game lain di Indonesia hingga pasar internasional.

Codename: Mindvoke – Competition ini dihadiri juga oleh salah satu komunitas VR dari Universitas Bina Nusantara. Babak semifinal dari lomba ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 April 2018 dilanjutkan dengan final pada Sabtu, 28 April 2018.

Shinta VR merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknology Virtual Reality. Didirikan pada tahun 2015. Saat ini