"PDIP Tutup Pesantren" Tidak Benar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten. ( Foto: Beritasatu Tv )
Bayu Marhaenjati / FMB Sabtu, 14 April 2018 | 20:15 WIB

Jakarta - Seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman, membuat laporan polisi terkait kasus dugaan fitnah dan atau pencemaran nama baik lewat media sosial, ke Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/4) kemarin.

Laporan itu dibuat, lantaran beredar tulisan, "PDIP usul ke pemerintah agar pesantren ditutup seluruh Indonesia", di jejaring sosial Facebook. Tulisan itu disertai gambar Megawati Soekarnoputri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Soleman membuat laporan itu dengan nomor LP/2049/IV/ 2018/ PMJ/ Dit Reskrimsus terkait pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik yang diatur Pasal 311 KUHP, Pasal 310 KUHP, dan atau Pasal 27 ayat 3, Pasal 28 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016.

"Pelapor atas nama Soleman, anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Kalau terlapornya masih dalam penyelidikan," ujar Argo, Sabtu (14/4).

Soleman menilai tuduhan yang disampaikan lewat tulisan itu adalah tidak benar.

"Menurut pelapor tuduhan berupa tulisan yang ditujukan ke pihak PDIP tersebut adalah tidak benar. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE