Kasus Ujaran Kebencian, Dhani Sesumbar Siap Dipenggal Kepalanya

Kasus Ujaran Kebencian, Dhani Sesumbar Siap Dipenggal Kepalanya
Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 April 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 16 April 2018 | 16:05 WIB

Jakarta - Musisi Ahmad Dhani mengaku, tidak mempersiapkan apa-apa terkait sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial yang menjeratnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia bahkan sesumbar siap dipenggal kepalanya apalagi hanya di penjara.

"Tidak ada persiapan saya. Saya merasa itu bukan tindakan pidana. Jadi saya santai-santai saja, karena apa yang saya katakan adalah benar adanya," ujar Dhani yang ditemani anaknya Dul dan pengacaranya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4).

Dikatakan, dirinya sengaja mengajak Dul untuk memberikan pelajaran bahwa mengatakan kebenaran itu adalah wajib.

"Saya akan memberikan pelajaran berharga bagi anak saya, bahwa mengatakan kebenaran itu adalah wajib. Meskipun pedang ada di ujung leher, meskipun kepala ini siap dipenggal. Itu adalah pelajaran paling penting untuk anak-anak saya bahwa mengatakan kebenaran adalah hak," ungkapnya.

"Bahwa pembela penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya, itu adalah hak. Jadi kepala saya terpenggal pun, terpisah dari kepala saya, saya tidak ada masalah. Saya tetap akan katakan itu, apalagi hanya di penjara. Jadi tidak ada yang saya takutkan dalam pengadilan ini," tambahnya.

Ia menyampaikan, tidak memiliki harapan apa-apa terkait persidangan yang akan dijalani.

"Saya tidak ada harapan. Terserah. Mau diapain saya tidak ada masalah. Yang penting apa yang saya katakan adalah benar. Keputusannya seperti apa, hasilnya seperti apa, saya tidak terlalu peduli. Bahkan, kepala saya lepas dari badan saya saja siap, apalagi di penjara. Jadi saya tidak mengharapkan apa-apa. Yang penting, yang saya katakan adalah hak. Bahwa pembela penista agama adalah bajingan yang wajib, perlu diludahi wajahnya. Satu-satu kalau perlu," katanya.

Ia menuturkan, siap menjalani persidangan dan akan terus datang mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Ya pasti dong. Makanya kalau ada yang mengatakan saya kabur, terus interpol memburu, polisi siap memburu, itu kabar dari antek-antek PKI. Sudah pasti itu, antek PKI yang mengabarkan itu," jelasnya.

Menurutnya, dirinya kemarin pergi ke luar negeri untuk memperingati Isra Miraj, di Yerusalem.

"7 hari. Isra Miraj. Isra Miraj di tempatnya, di Yerusalem. Jadi saya bukan jalan-jalan ke Paris bukan. Isra Miraj, di tempat aslinya. Ya ada (doa) buat keluarga saya pasti. Saya berdoa buat anak-anak saya, supaya anak saya sukses. Kalau itu (persidangan) tidak perlu didoakan," tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani harus berurusan dengan polisi, setelah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melaporkannya terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau ujaran kebencian melalui media sosial Twitter, ke Mapolda Metro Jaya, Kamis 9 Maret 2017 malam.

Laporan yang dibuat Jack Boyd Lapian dengan nomor: LP/1192/III/2017/PMJ/ Ditreskrimsus, itu berkaitan dengan cuitan Dhani di Twitter yang berisi: "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya."

Cuitan Dhani itu, diduga mengandung unsur kebencian dan permusuhan, serta melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Laporan itu, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diproses lebih lanjut. Sebelum menetapkan Dhani sebagai tersangka, penyidik sudah memeriksa pelapor, sejumlah saksi, termasuk saksi ahli.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE