Pergub UPT Rumah DP Rp 0 Sudah Ditandatangani Anies

Pergub UPT Rumah DP Rp 0 Sudah Ditandatangani Anies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan groundbreaking salah satu program andalannya, yakni Rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018). ( Foto: istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 17 April 2018 | 09:57 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengatakan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah dengan uang muka (down payment/DP) Rp 0 telah ditandatangani Gubernur DKI, Anies Baswedan kemarin, Senin (16/4). Penandatanganan dilakukan sebelum Anies berangkat ke Casablanca, Maroko.

"Alhamdulillah, kita ucapkan syukur, Pergub UPT sudah ditandatangani hari ini (kemarin). Dan kita akan langsung isi personalianya," kata Sandiaga seusai acara nonton bareng film Partikelir di Blok M Square, Jakarta Selatan, Senin (16/4).

Dalam dua pekan ke depan, ia akan menyeleksi orang-orang yang akan menduduki struktur organisasi dalam UPT Rumah DP Rp 0 ini. Untuk itu, ia akan melihat talent pool yang dimiliki Pemprov DKI untuk menentukan sosok yang tepat dalam memimpin UPT tersebut dan para staf yang akan mengisi bagian personalia kelengkapan di UPT.

"Kita tidak usah berspekulasi dulu. Namun personalianya ada di Pemprov DKI. Sudah ada dari segi pos-pos pembiayaan. Nah yang harus kita fokuskan sekarang penunjukan dari SDM yang tepat," ujarnya.

Dengan pemilihan yang tepat, maka orang-orang yang terpilih tersebut dapat mengawal agenda UPT untuk menjawab terhadap hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta.

Ia juga berharap UPT dapat berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga mampu mengejar target Pemprov DKI untuk membangun 250.000 hunian dengan DP Rp 0 dapat terealisasikan untuk lima tahun kedepan.

"Pada suatu saat begitu ada kelengkapannya untuk mengejar target kita. Pemprov DKI dan seluruh pemangku kepentingan memastikan bahwa 250.000 unit hunian dengan rumah DP Rp 0 ini bisa direalisasikan untuk lima tahun kedepan," terangnya.

Ketika ditanya, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2002, bahwa hanya akan ada sebanyak 9.772 unit hunian rumah DP Rp 0, Sandiaga malah menyebutkan telah terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai pembangunan rumah DP Rp 0.

"Ini simpang siurnya luar biasa. Karena banyak yang (membuat) pernyataan. Saya tadi sudah sepakat sama Pak Anies, satu minggu ke depan beliau kebetulan tidak di Tanah Air. Statement tentang Dp Rp 0 ini hanya bisa diotorisasi oleh saya. Saya yang sampaikan statement-nya," tukasnya.

Ditegaskannya, Pemprov DKI ingin membangun 250.000 hunian layak bagi warga Jakarta. Ia mengingatkan sudah ada 21 pengembang dari Real Estate Indonesia (REI) yang menyatakan siap bergabung dengan program rumah DP Rp 0.

"Jadi mungkin ada sekitar 75 sampai 85 persen yang akan dibangun oleh dunia usaha, BUMD, BUM dan juga beberapa yang sudah menandatanganinya. Mereka siapkan lahan, kami siapkan pembiayaannya. Dan kami siapkan juga tentunya bagaimana eksekusinya lima tahun ke depan," paparnya.

Dengan telah diterbitkannya Pergub tentang Pembentukan UPT Rumah DP Rp 0, maka Pemprov DKI masih punya satu tugas lagi. Yakni menerbitkan pergub tentang skema pembiayaan Rumah Dp Rp 0. Karena untuk menjalankan program tersebut, dibutuhkan dua pergub itu.