Kapolda: Jangan Sampai Ada Lagi Korban Jiwa Akibat Miras

Kapolda: Jangan Sampai Ada Lagi Korban Jiwa Akibat Miras
Sejumlah minuman keras oplosan diperlihatkan saat rilis pengungkapan kasus minuman keras oplosan di halaman Polres Jakarta Selatan, 11 April 2018. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 17 April 2018 | 22:57 WIB

Jakarta-Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek jajaran terus melakukan razia peredaran minuman keras (miras) oplosan serta miras ilegal, di Jakarta dan sekitarnya. Diharapkan, tidak ada lagi korban meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan.

"Masalah miras, sejak minggu kemarin, sejak ada perintah Pak Wakapolri, sejak ada kejadian, kita lakukan operasi. Kita tangkap pelakunya," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Selasa (17/4).

Dikatakan, dia telah memerintahkan agar personel Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek jajaran melakukan razia peredaran miras oplosan serta miras ilegal.

"Nanti Jumat (20/4) pagi, semuanya kita gelar di sini, kita ekspos hasil 13 Polres sama Polda, kita musnahkan. Secara intens saya sudah bentuk tim di masing-masing Polres untuk melakukan operasi miras. Kita harapkan jangan sampai ada kejadian lagi hingga merengut banyak korban jiwa," ungkapnya.

Dia berharap operasi cipta kondisi termasuk razia miras dapat menciptakan situasi kondusif jelang Ramadan, khususnya di Ibu Kota Jakarta.

Sebelumnya, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia digegerkan dengan banyaknya korban meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan.

Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 31 orang meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan, di Jakarta dan sekitarnya. Perinciannya, delapan orang meninggal di Jakarta Selatan, 10 orang di Jakarta Timur, enam orang di Depok, dan tujuh orang di Bekasi Kota.

Total tersangka yang berhasil diamankan sebanyak tujuh orang, terdiri dari tiga tersangka di Jakarta Timur, dua tersangka di Bekasi, satu tersangka di Depok, dan satu tersangka di Jakarta Selatan. Ketujuh tersangka itu berinisial RS alias UDA, BOT, DW, ZL, UGI, TMJ, dan EJ.

Para tersangka dijerat Pasal 146 ayat 1 Juncto Pasal 142 Juncto Pasal 91 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 dan atau Pasal 204 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE