Tinjau Gudang Beras, Sandiaga Pastikan Stok Beras di Jakarta Aman

Tinjau Gudang Beras, Sandiaga Pastikan Stok Beras di Jakarta Aman
Sandiaga dan Food Station.
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 16 Mei 2018 | 11:25 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno didampingi Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetio, Kepala Badan Pertahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dan Direktur Pengadaan Bulog, Andriyanto meninjau gudang beras di Pasar Induk Beras dan Palawija Cipinang, Pisangan Lama, Jakarta Timur, Rabu (16/5).

Seusai meninjau pasokan beras di gudang beras, Sandiaga memastikan pasokan beras di Jakarta selama bulan Ramadan dan Lebaran aman.

“Jadi clear dari Kementerian Pertanian stok cukup, aman dan melebihi dua kali lipat dari biasanya. Jadi kita kirim pesan yang jelas kepada pasar bahwa stok aman,” kata Sandiaga di gudang beras.

Ia menegaskan BUMD DKI yang menjadi cluster pangan yaitu PD Dharmajaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan PD Pasar Jaya telah memiliki pasokan yang cukup dan melakukan distribusi pangan secara terbuka kepada para pedagang. Sehingga diharapkan semua harga pangan selama bulan Ramadan hingga Lebaran tetap stabil dan terkendali.

“Saya pastikan akhir Syaban menuju ke Hari Raya Idulfitri stok pangan cukup. Lalu distribusi lancar. Harga stabil. Dan mutunya juga yang prima. Itu kita awasi. Tidak boleh mutunya dibawah standar,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, tegasnya, akan berupaya maksimal dalam menjaga pasokan pangan dan harga pangan. Pemprov DKI akan melakukan pemantauan bahan pangan secara rutin. Ketika melihat ada indikasi bahan pangan naik, maka Pemprov DKI telah siap sedia untuk mencegah hal itu sedini mungkin.

Salah satunya dengan melakukan jelajah distribusi pangan di Jakarta. Juga melakukan pasar murah di pasar tradisional.

“Kami akan pantau harga bahan pangan. Kalau bergejolak, kami ingin patahkan sekarang melalui jelajah distribusi pangan Jakarta. Kami kan mulai satu per satu. Bazar-bazar juga akan kami dorong,” terangnya.

Upaya pengendalian harga pangan di Jakarta, menurutnya telah berhasil dilakukan. Hal itu terbukti selama April, harga-harga pangan di Jakarta mengalami deflasi.

“Kami ingin menjaga harga bulan Mei. Kami ingin patahkan mitos harga pangan di bulan Juni dan Juli naik. Insya Allah Jakarta akan menyumbangkan inflasi harga yang baik,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pertahanan Pangan Kemtan Agung Hendriadi mengatakan tinjauannya ke gudang beras milik DKI untuk melihat pasokan beras aman.

“Hari ini kami bersama-sama ke Food Station untuk melihat seberapa besar stok beras harian di sana. Kami pantau setiap hari. Bahwa stok beras di Food Station cukup melimpah mencapai 44.000 ton setiap hari. Ini hampir dua kali lipat dari normal,” kata Agung.

Dengan kondisi adanya panen yang akan menghasilkan sebanyak 8,2 juta ton, maka ia yakin wilayah yang menjadi penyandang pangan di Jakarta masih dapat terus menyuplai kebutuhan pangan DKI. “Jadi sangat aman posisinya,” ujarnya.

Tinggal yang harus dipastikan adalah mendistribusikan pangan kepada seluruh warga DKI dan kawasan Bodetabek. “Khususnya juga didistribusikan dengan baik sehingga sampai ke masyarakat dengan saat yang tepat, harga yang tepat juga tentunya,” paparnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin menerangkan pihaknya di bagian hilir telah menyiapkan beberapa program untuk mengendalikan harga pangan dan memastikan distribusi pangan ke warga berjalan lancar.

“Jadi kolaborasi kami dengan para pedagang lewat asosiasi pedagang. Dari 153 pasar tradisional, ada 144 pasar yang sudah kita umumkan, bahwa para pedagang bisa membeli pangan dari Pasar Jaya. Jadi nanti kita akan ada dua aplikasi harga. Pertama harga grosir, kedua harga eceran. Yang harga eceran diberikan untuk penyuplai konsumen,” kata Arief.



Sumber: BeritaSatu.com