Kronologi Penangkapan Terduga Teroris Kunciran Versi Warga

Kronologi Penangkapan Terduga Teroris Kunciran Versi Warga
Anggota kepolisian tengah mengamankan lokasi penangkapan terduga teroris di di sebuah rumah kontrakan, di Jalan Raya Gempol, RT 04 RW 02, Pinang Kunciran, Tangerang Kota. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / BW Rabu, 16 Mei 2018 | 23:33 WIB

Tangerang- Para tetangga terduga teroris M Choir (ralat-sebelumnya ditulis berinisial K), tidak menyangka kalau pria yang sehari-hari berperilaku ramah itu merupakan terduga teroris.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror, menangkap Choir dan istrinya, termasuk seorang pegawainya Ghofar, di rumah kontrakan (Toko Duta Konveksi), di Jalan Raya Gempol RT 04 RW 02, Kunciran Pinang, Tangerang Kota, Rabu (16/5) siang.

Vera, pemilik warung ikan Kayana Fish yang tepat berada di samping kontrakan Choir, kaget ketika polisi menangkap tetangganya itu, sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saya lagi nyapu-nyapu di depan. Ada dia (Choir) lagi bersihin sampah. Waktu mau buang sampah, mau naik motor, langsung ditangkap. Dia bilang ampun-ampun," ujar Vera kepada Beritasatu.com, di lokasi, Rabu (16/5).

Dikatakan, polisi menyuruh Choir jangan bergerak dan tiarap di teras depan kontrakan. "Polisinya bilang 'kamu ada panah ya, kamu ada panah'. Terus dibawa," ungkapnya.

Pada saat kejadian, Vera mengaku gemetar ketakutan dan langsung diminta menyingkir oleh polisi. "Saya langsung gendong anak saya yang kecil. Disuruh steril katanya," katanya.

Ia menambahkan, sempat terdengar suara tembakan satu kali ketika polisi mengamankan Choir, istrinya, dan Ghofar, karyawan konveksi milik Choir.

"Ada tembakan. Ditembakkan ke atas. Istrinya dibawa juga sama karyawannya," jelasnya.

Menurutnya, sehari-hari Choir cukup ramah, tetapi memang tidak pernah mengobrol lama.

"Orangnya baik, menyapa. Saya aja tidak curiga. Dia baru menikah. Kalau buka (konveksi) pukul 07-00an. Kalau karyawannya pendiam, tidak banyak omong. Kemarin dia habis jalan-jalan naik gunung, seminggu lalu, ke Sukabumi. Tidak ada yang aneh, pakai baju juga biasa saja, paling kalau Jumat pakai gamis. Kalau istrinya pakai cadar," terangnya.

Dewi Sari, pemilik warung di samping kontrakan Choir, mengaku kaget ketika polisi melakukan penggerebekan.

"Saya kira ada orang berantem. Saya tanya ada pak, dia (polisi) bilang ibu di dalam saja. Panik saya, gemeteran. Polisi pakaian preman semua," katanya.

Ia menuturkan, Choir baru tinggal di kontrakan berwarna oranye itu sekitar enam bulan lalu. Dulunya, tempat tersebut merupakan bengkel motor.

"Kalau belanja biasa saja. Yang ceweknya (istri Choir) tadi pagi belanja di sini. Beli mi sama telor. Yang ceweknya dibawa juga. Ada tiga orang yang ditangkap, dibawa pakai mobil Densus," tandasnya.

Berdasarkan pantauan, polisi melakukan penjagaan ketat di depan kontrakan Choir. Garis polisi membentang di depan teras kontrakan tersebut.

Masyarakat yang sebelumnya menyemut di sekitar lokasi, berangsur-angsur bubar. Polisi sudah membuka kembali Jalan Raya Gempol, yang sebelumnya ditutup. Arus lalu lintas terlihat ramai lancar.



Sumber: BeritaSatu.com