Bawa Pisau di Satpas SIM, Pelaku Dijerat UU Darurat

Bawa Pisau di Satpas SIM, Pelaku Dijerat UU Darurat
Ilustrasi razia senjata tajam. ( Foto: Antara / Artara )
Bayu Marhaenjati / HA Kamis, 17 Mei 2018 | 15:56 WIB

Jakarta - Pria berinisial HS ditangkap polisi lantaran membawa senjata tajam berupa badik, di Masjid Al-Amanah, Kantor Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat. Akibatnya, yang bersangkutan dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik sudah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap HS terkait kepemilikan senjata tajam itu.

"Jadi yang bersangkutan setelah kita tanya, pernah tinggal di Jakarta Selatan. Kemudian dia saat ini ada (tinggal) di Weleri, Jawa Tengah, karena yang bersangkutan kerjanya memotong ayam. Karena habis SIM-nya, maka dia ke Jakarta mengurus. Ternyata kemarin menginap di masjid Satpas (Masjid Al-Amanah) di sana," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/5).

Dikatakan, HS mengaku membawa pisau itu untuk menjaga diri. Namun, hal itu melanggar hukum.

"Karena dia membawa sajam (senjata tajam) kita kenakan UU Darurat. Dia motifnya membawa sajam untuk jaga diri saja," ungkapnya.

Menyoal apa alasan dia melempar pisau keluar masjid, Argo menyampaikan, kemungkinan takut karena membawa sajam.

"Tentunya dia ingin melemparkan karena dia membawa sajam. Dia membuang, bukan melempar (ke arah) petugas," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap HS lantaran kedapatan memiliki senjata tajam di Masjid Al-Amanah, Kantor Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat, sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (15/5).

Kronologi penangkapan bermula ketika petugas mencurigai gerak-gerik pelaku, lalu petugas memanggilnya. Namun ketika hendak diperiksa, pelaku melempar sesuatu ke arah luar masjid. Karena curiga, petugas mengecek barang yang dibuang pelaku. Ketika dicek ternyata barang itu adalah pisau.

Sejurus kemudian, petugas langsung mengamankan pelaku dan barang bukti. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/2645/V/2018/Dit.Reskrimum.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE