Jelang Asian Games, Warga Diimbau Beralih ke Kendaraan Umum

Jelang Asian Games, Warga Diimbau Beralih ke Kendaraan Umum
Asian Games 2018 ( Foto: istimewa )
Erwin C Sihombing / YUD Rabu, 13 Juni 2018 | 17:13 WIB

Jakarta - Menjelang perhelatan akbar Asian Games di Jakarta pada Agustus 2018 mendatang, warga DKI diimbau beralih menggunakan kendaraan umum. Tujuannya untuk menciptakan kualitas udara yang relatif bersih, mengikuti tren kualitas udara Ibu Kota selama arus mudik Lebaran yang selalu membaik.

"Kami juga rutin mengelar uji emisi, setiap kendaraan bermotor di Jakarta harus memenuhi ambang batas gas buang (25 ppm), sehingga dengan kondisi banyaknya kendaraan yang ada tidak akan mencemari udara di DKI Jakarta,” kata Kadis Lingkungan Hidup DKI Isnawa Adji, di Jakarta, Rabu (13/6).

Isnawa menerangkan, Pemprov DKI sekarang ini mendorong penggunaan bahan bakar kendaraan yang berbasis ramah lingkungan seperti, program langit biru yang bertujuan meningkatkan penggunaan kendaraan berbahan bakar gas.

Sedangkan kualitas udara Ibu Kota sekarang ini, di saat arus mudik Lebaran 2018, berdasarkan monitoring Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia, turut menyumbang penurunan konsentrasi SO2 sebesar 27.36 %, penurunan konsentrasi CO sebesar 66.91% dan penurunan konsentrasi NO2 sebessar 70.81%.

Hal itu disebabkan menurunnya jumlah kendaraan bermotor yang meninggalkan Jakarta selama arus mudik. Sekalipun begitu, polusi parameter PM 10 mengalami peningkatan konsentrasi sebesar 9.34%, karena masih berlangsungnya pembangunan MRT.

Hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya juga menunjukan penurunan konsentrasi polutan, hanya saja tidak setinggi hasil di Stasiun DKI 1.

"Kualitas udara pada lokasi ini dipengaruhi oleh adanya jalan tol Cikampek dan Jagorawi yang menjadi akses warga Ibu Kota untuk mudik, sehingga lalu lintas malah bertambah padat," terangnya.

Di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya tercatat penurunan konsentrasi PM-10 sebesar 28.08%, penurunan konsentrasi SO2 sebesar 2.18%, penurunan konsentrasi CO sebesar 53.45% dan penurunan konsentrasi NO2 43.64%.

Berdasarkan hasil monitoring kualitas udara di DKI Jakarta tersebut, ujar dia, dapat dikatakan bahwa dengan berkurangnya volume kendaraan karena adanya libur Idul Fitri, kondisi kualitas udara di DKI Jakarta relatif membaik.

"Membaiknya kualitas udara dapat dirasakan, antara lain dengan lebih nyamannya udara ketika dihirup di alam terbuka," kata Isnawa.



Sumber: Suara Pembaruan