Penuhi Kebutuhan Idulfitri, AGP Jual Daging Bersubsidi

Penuhi Kebutuhan Idulfitri, AGP Jual Daging Bersubsidi
Ketua Pelaksana Harian Artha Graha Peduli (AGP) Heka Hertanto menyerahakan dagin sapi bersubsidi kepada masyarakat di Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. ( Foto: Istimewa / Fana Suparman )
Fana Suparman / AO Rabu, 13 Juni 2018 | 18:22 WIB

Jakarta - Artha Graha Peduli (AGP) menjual daging sapi bersubsidi untuk masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjelang Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah. Daging sapi berkualitas itu dijual dengan harga Rp 80.000 per kilogram.

Ketua Pelaksana Harian AGP Heka Hertanto mengatakan, kegiatan itu dilakukan demi menghadirkan daging yang terjangkau untuk masyarakat. Selain itu, dengan kualitas daging yang baik, kata Heka, AGP ingin terlibat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

"Daging sapi ini daging yang bagus dan tentunya halal. Pada saat masyarakat Indonesia mesti menghadapi kenaikan harga daging selama bulan Ramadan dan jelang Idulfitri ini, AGP selalu berusaha menyediakan dan membantu masyarakat dengan harapan mereka dapat merayakan Lebaran dengan bahagia dan sejahtera,“ Kata Heka dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (13/6).

Dikatakan, kegiatan penjualan daging bersubsidi ini sudah menjadi aktivitas rutin AGP setiap tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, adalah penjualan daging dilakukan sebulan penuh selama Ramadan 2018. "Misi ini sesuai arahan founder Artha Graha Peduli untuk menyediakan daging dengan harga terjangkau bagi masyarakat," paparnya.

Tak hanya menjual daging murah, AGP juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan positif selama bulan puasa tahun ini. Beberapa di antaranya  pelaksanaan pasar murah sembako bersubsidi di berbagai daerah di Indonesia dan buka puasa gratis 1.000 porsi di Pasar Petang Ramadan SCBD, Jakarta.

"Seluruh kegiatan sosial ini sesuai dengan pilar-pilar AGP, yakni kepedulian kepada masyarakat. Kami menghaturkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE