Selain Ganjil-Genap, Ini Kebijakan Transportasi Asian Games 2018

Selain Ganjil-Genap, Ini Kebijakan Transportasi Asian Games 2018
Kepala BPTJ, Bambang Prihatono ( Foto: BeritaSatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 16:46 WIB

Jakarta - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan, sebagian publik lebih familiar adanya penerapan kebijakan ganjil genap untuk mendukung kelancaran tranportasi Asian Games 2018. Padahal, pemerintah telah menyiapkan tiga kebijakan yang terkait satu sama lain, untuk kelancaran transportasi Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta pada tanggal 18 Agustus mendatang.

"Masyarakat perlu memahami, kebijakan transportasi yang disiapkan pemerintah guna mendukung Asian Games 2018 di Jakarta tidak hanya ganjil genap. Namun, ada tiga kebijakan," kata Bambang, Kamis (12/7).

Bambang mengatakan, tiga kebijakan tersebut yaitu, manajemen rekayasa lalu lintas, penyediaan angkutan umum dan pengaturan lalu lintas angkutan barang. "Perluasan kebijakan ganjil genap itu sendiri merupakan bagian dari kebijakan manajemen rekayasa lalu lintas," ujarnya.

Bambang menjelaskan,  kebijakan pertama yakni manajemen rekayasa lalu lintas mencakup perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri DKI Jakarta, sesuai dengan usulan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Kebijakan yang semula hanya diterapkan di Jalan MH Thamrin, Jalan Jend Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, sekarang diperluas di Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan S Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT Haryono dan Jalan Metro Pondok Indah.

"Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap hari, Senin-Minggu, pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB," ujarnya.

Selain ganjil genap, juga diberlakukan kebijakan penutupan pintu jalan tol dan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan pukul 12.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB setiap harinya.

"Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun dan Cibubur. Termasuk juga dalam kebijakan pertama ini, penyediaan jalur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus," paparnya.

Kebijakan kedua, lanjutnya, kebijakan penyediaan angkutan umum ditujukan untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan kerndaraan pribadi. Serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang datang karena penyelenggaraan Asian Games 2018.

Selanjutnya, kebijakan ketiga, kebijakan pembatasan lalu lintas angkutan barang dilaksanakan dengan memperluas cakupan pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV dan V pada ruas tol tertentu.

Saat ini telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan. Di ruas ini, kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas diluar pukul 22.00-05.00 wib.

"Khusus pada masa penyelenggaraan Asian Games, pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas ke ruas tol Cawang-Tanjung Priok, ruas tol pelabuhan, ruas tol Cawang-TMII dan ruas tol Cawan-Cikunir," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com