Puslabfor: Kebocoran Gas Diduga dari Sambungan Regulator dan Kompor

Puslabfor: Kebocoran Gas Diduga dari Sambungan Regulator dan Kompor
Suasana pascaledakan gas sebuah rumah toko yang disewa Profelindo Nusa dan KJPP Febriman Siregar di Blok F 36B, Komplek Grand Wijaya, Jalan Wijaya 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12 Juli 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 12 Juli 2018 | 17:22 WIB

Jakarta - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan gas, di sebuah ruko yang disewa Profelindo Nusa dan KJPP Febriman Siregar dan rekan-rekan, Blok F36B Komplek Grand Wijaya, Jalan Wijaya 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyebab ledakan diduga berasal dari kebocoran gas antara regulator ke kompor.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya mengatakan, setelah tim pemadam kebakaran menyingkirkan puing-puing bangunan dan kaca yang bisa membahayakan olah TKP, Tim Inafis gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri masuk ke dalam ruko untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, dilanjutkan Tim Puslabfor melakukan analisa sekitar 1 jam.

"Puslabfor melakukan pemeriksaan sekitar satu jam. Itu menemukan penyebab ledakan di sini adalah akibat adanya kebocoran gas bukan dari tabung, tapi dari sistem sambungan antara regulator dengan kompor atau kompornya itu. Nanti kita perdalam di lab," ujar Ulung, di lokasi kejadian, Kamis (12/7).

Dikatakan, kebocoran gas pertama kali mengisi ruangan dapur yang kecil dan pengap. Kemudian karena ruangannya tertutup, gas keluar menuju kantor di ruang bawah.

"Setelah ruangan penuh dengan gas, dan ada colokan listrik dispenser di dapur, itulah penyebabnya ledakan. Karena gas kalau dia bocor itu jaraknya sekitar satu meter (tingginya). Jadi kalau ada sumber listrik di dapur, itu bahaya, bisa menyebabkan ledakan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, tim Puslabfor masih akan menyelidiki apakah regulator mengalami kerusakan atau ada kesalahan pasang sehingga menyebabkan kebocoran.

"Ya itu masih kita dalami di lab, penyebabnya apakah di sistem regulator atau di kompornya. Kalau tabungnya sih enggak bocor. Karena itu yang 12 kilo, ternyata kita angkat masih berat, kemungkinan yang keluar enggak banyak. Cuma kan gas itu kan di dalam tabung bentuknya cair kalau dia keluar dalam bentuk gas walaupun keluar cuma 1 kilogram bisa menyebabkan ledakan yang dahsyat," katanya.

Menyoal apakah regulatornya baru atau sudah lama, Ulung menyampaikan, belum mengetahuinya.

"Saya enggak tahu ya, karena nanti didalami oleh wilayah, oleh Polres. Nanti yang sering menggunakan dapur itu nanti diinterograsi sudah menggunakan itu berapa lama," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com