Polisi Dalami Faktor Kelalaian Peristiwa Ledakan Gas

Polisi Dalami Faktor Kelalaian Peristiwa Ledakan Gas
Suasana pascaledakan gas sebuah rumah toko yang disewa Profelindo Nusa dan KJPP Febriman Siregar di Blok F 36B, Komplek Grand Wijaya, Jalan Wijaya 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12 Juli 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 13 Juli 2018 | 11:13 WIB

Jakarta - Polisi masih mendalami dugaan adanya faktor kelalaian dalam peristiwa ledakan akibat kebocoran gas, di sebuah ruko yang disewa Profelindo Nusa dan KJPP Febriman Siregar dan rekan-rekan, Blok F36B Komplek Grand Wijaya, Jalan Wijaya 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Masih kita dalami (dugaan faktor kelalaian)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (13/7).

Dikatakan, penyidik sudah meminta keterangan lima orang saksi terdiri dari office boy yang bekerja di ruko itu, pedagang, dan sekuriti.

"Saat ini sudah kami periksa lima orang, baik itu yang tinggal di ruko, kemudian sekuriti dan pedagang. Itu kami mintai keterangan," ungkapnya.

Ia menyampaikan, usai olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung membersihkan puing-puing dan pecahan kaca di lokasi. "Kemudian saat ini untuk police line sudah dibuka dan masyarakat sudah bisa melewati," katanya.

Pemeriksaan Barang Bukti 

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya mengatakan, pihaknya masih meneliti barang bukti yang disita dari tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab ledakan itu.

"Pemeriksaan barang bukti tidak berlansung lama, sekitar di bawah satu minggu," ucapnya.

Ia menambahkan, kebocoran gas sangat berbahaya. Apabila mengisi satu ruangan dan terpicu api, ledakannya bisa seperti bom.

"Gas itu kalau sudah mengisi satu ruangan dan terpicu oleh api, meledaknya kayak bom. Ruangan di sana sekitar 4,5 x 8 meter, itu ledakan dahsyat seperti ini. Bisa merusak sekitarnya, bahkan sampai ada pintu yang terlempar," tandasnya.

Diketahui, terjadi sebuah ledakan yang berasal dari kebocoran gas, di sebuah ruko yang disewa Profelindo Nusa (Konsultan di Bidang Properti) dan KJPP Febriman Siregar dan rekan-rekan (Jasa Accounting Finance), Blok F36B Komplek Grand Wijaya, Jalan Wijaya 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (12/7) kemarin.

Dua orang atas nama Anjasmara (27) dan Adeng (30) mengalami luka ringan pada bagian kaki akibat menginjak pecahan kaca pada saat kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan sementara Puslabfor Mabes Polri, ledakan itu diduga berasal dari kebocoran gas antara sistem regulator dan kompor.



Sumber: BeritaSatu.com