9 Hari, 752 Pesepeda Motor Terobos JLNT Casablanca Ditilang

9 Hari, 752 Pesepeda Motor Terobos JLNT Casablanca Ditilang
Anggota polisi menindak tegas para pemotor yang menerobos di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca - Tanah Abang, Jakarta, 25 Juli 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Bayu Marhaenjati / JAS Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:36 WIB

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sebanyak 752 pengendara sepeda motor ditilang lantaran menerobos Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta, dalam kurun waktu sembilan hari belakangan.

"Selama sembilan hari, sebanyak 752 pengendara sepeda motor ditilang di Jalan Layang Non-Tol Casablanca Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Sabtu (14/7).

Dikatakan, para pengendara sepeda motor itu melanggar rambu-rambu tentang larangan sepeda motor melintas atau melewati Jalan Layang Non Tol Casablanca sesuai yang diatur dalam Pasal 287 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas & Angkutan Jalan.

Ia menyebutkan, Pasal 287 ayat (1) berbunyi: "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu-rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat 4 huruf b, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah)."

Budiyanto mengungkapkan, ada berbagai macam alasan yang disampaikan para pelanggar seperti tidak tahu adanya larangan, padahal di ujung jalan sudah terpasang rambu larangan sepeda motor melintas.

"Kemudian, ada yang menyampaikan situasi jalan di sepanjang Jalan Casablanca macet, ingin coba-coba, dan terdorong ingin cepat sampai," ucapnya.

Menurutnya, Ditlantas Polda Metro Jaya akan tegas dan konsisten melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar di JLNT Casablanca dalam rangka menyelamatkan masyarakat pengguna jalan.

"Jalan Layang Non-Tol Casablanca yang panjangnya kurang lebih 2,8 kilometer dan relatif cukup tinggi, tiupan anginnya relatif kencang. Sehingga dari aspek keselamatan lalu lintas khususnya sepeda motor cukup membahayakan dan dapat berpotensi kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.

Budiyanto mengimbau, kepada masyarakat pengguna jalan khususnya sepeda motor agar tidak menerobos JLNT Casablanca karena berbahaya. "Diimbau memanfaatkan ruang lalu lintas jalan arteri yang berada di samping JLNT Casablanca," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com