KRL Bogor-Jakarta Dipindahkan ke Jalur 8 dan 10 di Stasiun Manggarai

KRL Bogor-Jakarta Dipindahkan ke Jalur 8 dan 10 di Stasiun Manggarai
Pekerja menggarap pembangunan proyek Double Double Track (DDT) di Stasiun Manggarai, Jakarta, 2 Oktober 2017. ( Foto: Antara / Bernadeta Victoria )
Thresa Sandra Desfika / FER Jumat, 10 Agustus 2018 | 16:28 WIB

Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian berencana memindahkan jalur rel kereta rel listrik (KRL) lintas Bogor-Jakarta di Stasiun Manggarai dari jalur 6 dan 7 ke jalur 8 dan 10, Sabtu (11/8). Pemindahan jalur ini bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral kereta api (KA) yang modern.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, Yusrizal mengatakan, perubahan jalur ini akan berdampak terhadap perubahan pola operasi dan penambahan waktu perjalanan sekitar 5 menit hingga 10 menit. Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dari yang semula 1 jam 55 menit menjadi 2 jam atau 2 jam 5 menit.

"Terkait dengan kondisi tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat pengguna jasa KRL untuk dapat menyesuaikan rencana perjalanannya akibat penambahan waktu tersebut," kata Yusrizal dalam keterangannya, Jumat (10/8).

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian, terang dia, bekerja sama dengan operator KRL, yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) serta PT KAI DAOP I, akan mengantisipasi pelaksanaan kegiatan pemindahan jalur (switch over) dengan menambah jumlah sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian, terutama pada titik-titik perpindahan penumpang (passenger crossing) serta pada pengaturan perjalanan KA.

"Untuk itu, masyarakat diminta untuk maklum dan mendukung kerja pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan Stasiun Manggarai selesai," imbuh Yusrizal.

Yusrizal mengatakan, Stasiun Manggarai akan dibangun menjadi tiga lantai. Pada lantai 1 akan digunakan untuk jalur KA lintas Bekasi empat jalur dan KA Bandara Soekarno Hatta empat jalur dengan panjang peron untuk 12 stamformasi kereta.

Sedangkan, di lantai 2 akan dipergunakan untuk layanan penumpang dengan luas lantai kurang lebih 9.108 m2 dan kapasitas untuk kurang lebih 17.800 orang dilengkapi lift dan eskalator. Lantai 3 akan dipergunakan untuk jalur KA utama (mainline) 6 jalur dan Bogor line empat jalur dan panjang peron untuk 12 stamformasi kereta.

Jalur rel di Stasiun Manggarai, sebut Yusrizal, akan dibangun dua tingkat untuk memisahkan jalur kereta api, yaitu antara KA jarak jauh, KA komuter Jabodetabek, dan KA bandara. Stasiun ini akan menjadi perhentian terakhir untuk perjalanan KA jarak jauh.

"Pemerintah berharap ke depan, dengan selesainya pembangunan Stasiun Manggarai animo masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan akan terus meningkat karena kapasitas stasiun yang menjadi lebih besar serta fasilitas stasiun yang lebih baik dan nyaman," papar Yusrizal.



Sumber: BeritaSatu.com