MK Tolak Gugatan Pilbup Bogor, KPUD Umumkan Pasangan Ade-Iwan

MK Tolak Gugatan Pilbup Bogor, KPUD Umumkan Pasangan Ade-Iwan
Calon Pemilihan Bupati Ade Ruhendi ditemui di kediamannya memberikan keterangan setelah di tolak gugatannya di Mahkamah Konstitusi terkait hasil pleno KPUD Kabupaten Bogor, Kamis 9 Agustus 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Jumat, 10 Agustus 2018 | 16:35 WIB

Bogor - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan permohonan pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil. MK mengabulkan eksepsi pihak KPU Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor pada gugatan proses Pemilihan Bupati Bogor 2018 dalam sidang pembacaan putusan, kemarin.

MK menilai permohonan pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil itu tidak memiliki kedudukan hukum. KPUD Kabupaten Bogor akan tetapkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan tiga hari ke depan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor Erik Fitriadi mengatakan, pokok permohonan pemohon tidak dapat diterima MK. "Ini berdasarkan Undang-undang Nomor 10/2016 pasal 158 dan Peraturan MK Nomor 5/2017 pasal 7 ayat 2 huruf d," katanya, Jumat (10/8).

KPU selaku telah membacakan eksepsi atau jawaban atas pokok permohonan yang dibacakan pemohon pada sidang sebelumnya. Erik mengatakan salah satunya menjawab jumlah daftar pemilih tetap tambahan yang dituding tidak sesuai proyeksi awal.

"Terkait DPTB, ada sebanyak 77.602 pemilih. (Hal itu dibuktikan dengan) SK-SK (surat keputusan) dan berita acara pada saat penetapan daftar pemilih dan rekapitulasi suara di KPU," kata Erik.

Ia mengatakan pemilih di DPTB juga memiliki hak yang sama seperti pemilih di DPT.

Sidang perdana gugatan tersebut sebelumnya dilakukan pada 27 Juli 2018 lalu dilanjutkan dengan sidang kedua, 31 Juli 2018. Dalam sidang putusan Nomor 28/PHP.BUP-XVI/2018, MK menimbang bahwa Pasal 158 ayat (2) huruf d UU Pilkada menyatakan penetapan hasil penghitungan perolehan suara dengan ketentuan kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dapat dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 0,5 persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir KPU Kabupaten/Kota.

Sedangkan berdasarkan hasil penetapan KPU pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil, selisih suara terpaut cukup jauh dengan pasangan bupati terpilih Ade Yasin-Iwan Setiawan yakni presentase 2,38 persen. Setelah sidang, KPU Kabupaten Bogor menyatakan segera menetapkan pasangan bupati terpilih.

Calon Bupati Bogor Ade Ruhandi, Kamis (9/8) malam menuturkan, apa yang telah dilakukan mulai dari pendataran, kampanye, pencoblosan, hingga gugatan hasil Pilbup bersama pasangannya Inggrid merupakan bentuk tanggung jawab dirinya kepada sebagian masyarakat Kabupaten Bogor yang mendukungnya.

"Perjuangan kami dalam memajukan masyarakat Kabupaten Bogor tidak berhenti di sini. Kami akan kawal pemerintahan selanjutnya lima tahun ke depan. Kami juga mengucapkan selamat kepada pasangan Ade-Iwan," kata Ade.



Sumber: BeritaSatu.com