Ingin All Out Bertarung di Pilpres, Sandi Pilih Mundur sebagai Wagub DKI

Ingin All Out Bertarung di Pilpres, Sandi Pilih Mundur sebagai Wagub DKI
Gubernur DKI, Anies Baswedan menerima surat pengunduran diri Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno di ruang kerjanya, Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). ( Foto: Berita Satu / Lenny Tambun )
Lenny Tristia Tambun / BW Jumat, 10 Agustus 2018 | 22:14 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno lebih memilih mengundurkan diri daripada mengambil cuti saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Alasannya, dia ingin all out di Pilpres.

Padahal, dalam Undang-undang No7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pejabat daerah tidak harus mundur jika memang ingin maju untuk pemilihan presiden. Hal itu diatur dalam pasal 170 ayat 1 dan pasal 171 ayat 1.

Adapun ketentuan cuti kampanye pemilu diatur dalam PP No 32 Tahun 2018 tentang Cuti Kampanye Pemilu. Hal itu diatur dalam pasal 31, 35 dan 36. Curi dapat diambil selama satu hari kerja dalam satu minggu pada masa kampanye.

Namun, Sandiaga memilih mengundurkan diri, berhenti dari jabatannya sebagai Wagub DKI, dengan alasan ingin all out dalam menjalankan kampanyenya sebagai pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, ia ingin masyarakat melihat keseriusannya sebagai kandidat calon wakil presiden dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Karena saya ingin betul-betul rakyat melihat bahwa ada keseriusan dari seorang kandidat, tidak setengah-setengah, tapi all out,” kata Sandiaga, Jumat (10/8).

Tidak hanya itu, selama maju menjadi cawapres, ia tidak ingin menggunakan fasilitas negara, yang akhirnya akan menimbulkan sentimen negatif terhadap dirinya.

Dari semua alasan itu, ia memilih lebih untuk mengundurkan diri jadi wagub, agar dapat berkonsentrasi mendampingi Prabowo dalam kampanye Pilpres 2019 nanti.

“Kalau saya jelasin semuanya, bakalan panjang. Namu, salah satunya, saya tidak mau menggunakan fasilitas negara,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com