Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menggelar public hearing membahas proyek Mass Rapid Transit (MRT).di Gedung Balai Agung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Jakarta - Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menyoroti isu-isu strategis yang harus segera diselesaikan.

Sedikitnya ada 9 isu strategis yang dituangkan ke dalam RPJMD 2013 tersebut. Seluruhnya dipaparkan Jokowi dihadapan para dewan dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di ruang paripurna DPRD, Selasa (5/3).

"Ya itu gambaran yang akan kita kerjakan dalam lima tahun ke depan. Kira-kira itu, dalam RPJMD 2013-2017, sudah jelas," ujar Jokowi usai rapat.

Ia pun mengatakan jika program-program yang dituangkan dalam RPJMD tersebut akan segera direalisasikan karena itu sudah ada di dalam APBD.

"Pokoknya yang bisa direalisasikan cepat, ya realisasikan. Itu kan yang sudah ada di APBD. Buka dong sekarang 57 ribu item itu buka," katanya.

Dari DPRD sendiri akan menyampaikan pendapatnya mengenai pemaparan gubernur tersebut pada Kamis, 7 Maret 2013.

Kesembilan isu strategis yang dituangkan dalam RPJMD 2013 tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengembangan Sistem Transportasi, dengan mengedepankan pada sistem angkutan massal yang terpadu serta memperhatikan mobilitas orang dan barang dari dan ke wilayah Bodetabek.

2. Antisipasi banjir, rob, dan genangan, dengan memfokuskan pada pengefektifan Masterplan Pengendalian Banjir.

3. Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kota, dengan menerapkan prinsip-prinsip revitalisasi dalam bentuk perbaikan lingkungan maupun pembangunan rumah secara vertikal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan rumah sebagai fokus utama.

4. Peningkatan Kualitas dan Kuantitas RTH, meliputi aspek peningkatan luasan serta penataan RTH yang diprioritaskan pada pembangunan taman kota, taman interaktif dan hutan kota serta peningkatan kualitas ruang terbuka hijau (RTH).

5.  Pengurangan Ketimpangan Ekonomi dan Perluasan Kesempatan Kerja, dengan mengedepankan pada pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah termasuk pedagang informal melalui kebijakan maupun penyediaan fasilitas dan modal kerja;

6. Pembangunan Budaya Multi-Kultur, dengan tetap memelihara, mengembangkan budaya Betawi serta mengaplikasikannya ke dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pembangunan arsitektur kota;

7. Peningkatan Pelayanan Publik, dengan mengedepankan reformasi birokrasi dan memfokuskan pada aspek kelembagaan, aparatur, dan tata laksana dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance;

8. Peningkatan Kualitas Pendidikan, meliputi penyediaan prasarana dan sarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pengelolaan sistem pendidikan yang berkualitas dan pembiayaan pendidikan;

9. Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat, dengan mengedepankan peningkatan kualitas prasarana sarana kesehatan, kualitas tenaga medis dan paramedis, perbaikan sistem pelayanan dengan memperhatikan keterjangkauan dan ketersediaan pelayanan untuk seluruh masyarakat Jakarta termasuk masyarakat miskin dan kelompok masyarakat berkebutuhan khusus.


Penulis: DMP/YUD

Sumber: Suara Pembaruan