Warga yang dibantu petugas Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta melakukan simulasi penanganan kebakaran di Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta.

Jakarta - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta, Subejo, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama terutama dengan PLN dan masyarakat, untuk membantu pencegahan musibah kebakaran. Personel damkar pun akan terus dilatih, sementara peralatan juga terus ditingkatkan kualitasnya.

"Musibah kebakaran bisa diminimalisir, caranya dengan partisipasi masyarakat. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi. Memang, ini butuh proses," kata Subejo kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (8/3).

Hal itu dikatakan Subejo terkait terus meningkatnya kasus kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Bahkan sejak Januari lalu saja, hingga Kamis (7/3) kemarin, tercatat jumlah kasus kebakaran di Jakarta telah mencapai 163 kejadian, dengan taksiran kerugian mencapai Rp54,7 miliar, dengan jumlah korban mencapai 926 kepala keluarga (KK) atau 3.129 jiwa, 3 (tiga) di antaranya meninggal dan 12 orang luka-luka.

Sementara itu, Ketua Komite Sentra Pemberdayaan Masyarakat (SPM), Yudi Syamhudi, pun menekankan pentingnya pembentukan kelompok sukarela untuk membantu penanganan musibah kebakaran. Mereka menurutnya dapat bergabung dalam Balakar (Barisan Sukarela Kebakaran) yang khusus diberikan pelatihan dan peralatan.

"Sudah saatnya masyarakat diberdayakan dalam penanggulangan kebakaran ini. Setidaknya, sebelum petugas damkar tiba di lokasi kebakaran, sudah ada antisipasi dini agar kebakaran tidak meluas," ucapnya pula.

Menurut Yudi, sementara itu, masyarakat juga harus disadarkan akan bahaya yang timbul akibat kecerobohan. Oleh karenanya, Yudi mendukung adanya pendampingan dan penyuluhan penanggulangan kebakaran tersebut.

Apalagi, menurut Yudi, lokasi yang paling rentan adalah kawasan permukiman padat penduduk, di mana aksesnya sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran. Kawasan padat penduduk itu kebanyakan masih masuk kategori Rukun Warga (RW) kumuh.

"(Di sini) Sesama warga harus saling mengingatkan akan bahaya kebakaran ini. Itu lebih efektif untuk mencegah kebakaran," tandasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: H-14

Sumber:Suara Pembaruan