Jokowi mengunjungi pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2013 di JI Expo Kemayoran

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta masih harus menelaah lebih dalam lagi terkait rencana pembangunan sarana transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT). Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengakui hal tersebut dikarenakan rencana ini merupakan proyek yang samgat besar, hingga menelan biaya puluhan triliun rupiah.

"Saya harus hati-hati dengan ini. Tapi Insya Allah, dalam bulan-bulan ini baik MRT maupun monorel saya pastikan dokumennya komplet," ujar Jokowi di Balai Kota, Jumat (15/3).

Dikatakan mantan Walikota Solo ini, apabila seluruh dokumennya sudah siap maka pihaknya pun akan segera memberikan keputusan.

"Jika semua dokumen yang dibutuhkan sudah siap, maka legalnya akan segera diserahkan kepada Biro Hukum DKI Jakarta untuk diproses lebih lanjut," tambah Jokowi.

Kendati demikian, ia pun mengaku jika dirinya sudah menerima dokumen tersebut, tetapi harus ditelaah kembali kerinciannya.

Sementara mengenai rencana pembangunan sarana transportasi massal lainnya seperti monorel, dikatakan Jokowi, saat ini soal tiang pancang masih dalam tahap negosiasi. Mengenai sahamnya pun, dikatakan sudah diambil-alih negosiasinya.

"Masih dalam tahap negosiasi. Tapi sahamnya sudah diambil alih. Negosiasinya tiangnya tinggal sedikit lagi," ujar Jokowi.

Seperti diketahui, Jokowi sudah lama menunggu dokumen dari dua pengembang transportasi massal Jakarta baik MRT maupun monorel.

Hal tersebut menyebabkan Jokowi sempat memberikan tenggat waktu supaya para pengembang proyek itu menyerahkan apa yang diminta. Bahkan, dirinya mengancam akan mengganti pengembang itu apabila masih saja terlambat untuk memberikan dokumen yang dia minta.

Suara Pembaruan

Penulis: DMP/FER

Sumber:Suara Pembaruan