Gunakan transportasi umum hindari macet

Tangerang - PT Angkasa Pura II mulai Juni mendatang akan menutup pintu masuk bandara dari arah Tangerang atau dikenal dengan pintu M 1.

Penutupan ini dalam rangka pengembangan pembangunan bandara Soekarno Hatta.

Untuk menata arus lalu lintas dari arah Tangerang yang dilalui 5.000 kendaraan per hari, PT Angkasa Pura II berkerjasama dengan Kawahepajaya Indonesia KSO untuk menunjang pelaksanaan proyek melalui pengaturan lalu lintas kendaraan proyek.

Sehingga dalam pelaksanaannya, tidak menganggu kenyamanan masyarakat yang akan bepergian melalui bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Diharapkan pengembangannya bisa tepat biaya dan waktu,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, Senin (18/3).

Menurut Tri S Sunoko Dirut PT Angkasa Pura II, dampak pengembangan itu akan menutup pintu belakang bandara (Tangerang) atau pintu M1.

"Dampak pengembangan ini tentu akan membuat kenyamanan terganggu. Pintu M1 pun akan ditutup, karena nantinya akan menjadi jalur tengah kereta api ke bandara ini. Kami meminta perngertian masyarakat, pemda dan seluruh mitra," katanya.

Lebih lanjut Tri mengungkapkan, PT AP 2 bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Dinas PU dan Bina Marga Kota Tangerang, sudah saling mensosialisasikan tahapan pengerjaan tersebut. Jelang penutupan M1, baik masyarakat dan karyawan dengan dibantu pihak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tangerang akan mensosialisasi lebih lanjut.

Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi PT AP 2, Salahudin Rafi menambahkan, setelah M1 ditutup, akan ada pengalihan lalu lintas dari Tangerang dan Jakarta menuju bandara, dan sebaliknya.

“Akan ada pengalihan lalu lintas. Untuk jalur selatan atau Jakarta Tangerang bisa melalui Jalan Surya Darma Ali lalu masuk melalui Rawa Bokor,” tutur Rafi.

Sedangkan pintu utara, dari Surya Darmaali, ada yang bisa langsung tembus pom bensin sebelum Rawa Bokor, ada pula yang langsung tembus Hotel FM 7.

Rafi mengaku, adanya pengalihan arus atau akses masuk menuju bandara menjadi lebih jauh untuk masyarakat yang berada di Kota Tangerang. Walau demikian, hal tersebut bisa mengurai kemacetan yang selama ini biasa terjadi di sepanjang Jalan Surya Darma Ali menuju M1.

“Tidak ada proyek saja lalu lintas disana sudah padat. Namun, hanya 40 persennya menuju atau memang penumpang Bandara Soetta, selebihnya atau sekitar 60 persen hanya masyarakat yang melintas,” tutur Rafi.

PT AP 2, ujar Rafi, tidak serta-merta tutup mata dalam menutup M1 tanpa memberikan solusi. Sebab, pada bulan Mei, jalan yang akan dilalui oleh pengalihan lalu lintas sudah selesai diperbaiki dan dilebarkan.

Sehingga, jalanan tersebut akan mampu menampung kendaraan lebih banyak lagi, dibandingkan jalan Surya Darma Ali. [132]

Suara Pembaruan

Penulis: 132/WBP

Sumber:Suara Pembaruan