Ilustrasi Pelaku Perampokan.

Jakarta - Hoderi alias Dori (37), perampok yang ditembak mati oleh anggota kepolisian karena berusaha melarikan diri pada Jumat (29/3) dinihari dijuluki 'Kapten'.

Dori diketahui merupakan otak intelektual sekaligus pimpinan dalam komplotan perampok yang kerap menyasar petugas SPBU di wilayah Jakarta Timur yang akan menyetorkan uang hasil penjualan ke bank tersebut.

"HDR itu pimpinan komplotan ini. Dia biasa dipanggil kapten. Dalam melakukan kejahatannya HDR berperan sebagai aktor intelektual dan mengotaki kejahatan tersebut," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni dalam konferensi pers di kantor Mapolres, Jumat (29/3).

Dikatakan Mulyadi, dalam setiap kali beraksi, Dori merekrut orang-orang yang berbeda yang berasal dari daerah yang sama dengannya. Hal itu dimaksudkan agar aksi kejahatannya sulit diendus petugas.

"Setiap lokasi yang dijadikan sasaran, yang bersangkutan merekrut personil yang berbeda. Jumlah pelaku sepanjang 2013 ada 15 tersangka. Orang-orang yang berasal dari daerahnya tidak ada yang berani melawan," kata Mulyadi.

Berdasar data kepolisian, komplotan Dori sudah 13 kali beraksi di wilayah Jakarta Timur sejak 2007 lalu. Jumlah itu, termasuk 10 aksi yang dilakukan sejak awal tahun 2013.

"10 kasus yang dilakukan sebagian besar merupakan calon nasabah yang akan setor uang hasil penjualan di beberapa spbu ke bank," jelasnya.

Dari 10 kali perampokan yang dilakukan sejak awal tahun 2013, Dori cs menggasak uang dengan total Rp 1,750 miliar. Setelah dibagi rata dengan anggota komplotan yang lain, dia mengirim uang hasil kejahatannya ke keluarganya yang berada di daerah Jawa Timur.

Seperti telah diberitakan, tim gabungan Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya membekuk dua anggota perampok yang kerap menyasar petugas SPBU di wilayah Jakarta Timur yang akan menyetor uang hasil penjualan SPBU ke bank. Sebelum menembak Dori, petugas menangkap rekannya bernama Muhi di Cikarang.

"Sudah kami tangkap. Dua orang itu bernama Muhi dan Hoderi alias Dori," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP M. Saleh saat dihubungi wartawan.

Saleh menuturkan, dari penangkapan itu, dan setelah dikembangkan, pada Jumat dini hari, aparat menangkap tersangka Dori di tempat tinggal nya di daerah Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Namun, pelaku memberontak dan berusaha melarikan diri saat diminta menunjukan anggota kawanan lainnya yang tinggal di daerah Cakung. Petugas sempat melepaskan tembakan ke udara, namun Dori terus berupaya kabur. Meski kakinya ditembak, Dori tetap berlari, alhasil, petugas terpaksa mengarahkan tembakan ke tubuh tersangka.

Tersangka Muhi langsung digelendang ke Mapolres Jakarta Timur dan saat ini tengah diperiksa secara intensif. Sementara jenasah Dori telah dibawa ke ruang jenasah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Muhi dijerat dengan pasal 365 KUHP mengenai pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman 9 tahun penjara. Petugas saat ini tengah memburu 13 anggota komplotan lainnya.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/FER

Sumber:Suara Pembaruan