Ilustrasi jalan tol Cawang.

Jakarta - Kendaraan besar seperti truk dilarang melewati jalur contra flow di ruas tol Cawang-Rawamangun untuk mencegah timbulnya kemacetan baru di titik masuk dan keluar jalur lawan arus itu.

"Truk dan bus tidak bisa masuk ke jalur contra flow ini, karena dikhawatirkan menimbulkan kemacetan di lajur masuk dan keluar contra flow," ungkap Kasat Lantas PJR Polda Metro Jaya AKBP HM Jazari di Jakarta, Kamis (4/4).

Menurut Jazari, kendaraan yang diperbolehkan masuk ke jalur contra flow ini adalah kendaraan kecil seperti sedan, minibus, dan jeep. Namun, kendaraan-kendaraan yang masuk ke lajur ini diharuskan menyalakan lampu guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Kecepatan kendaraan juga dibatasi maksimal 40 km/jam," tandas dia.

Jazari menambahkan, pihak kepolisian akan menyiagakan 15 personel Polisi Jalan Raya guna mengamankan ujicoba contra flow ini dengan dibantu petugas jalan tol dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk sebagai operator jalan tol sepanjang 30 km ini. "Jika jumlah personel kurang, nanti bisa kami tambah," tuturnya.

PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk akan menguji coba lawan arus ruas Cawang-Rawamangun pada Jumat (5/4) dan Senin-Selasa (8-9/4) mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Titik awal contra flow ini akan dimulai dari KM 00+200 hingga KM 06+00. Upaya ini untuk mengurai kemacetan di ruas tersebut.

Investor Daily

Penulis: EAN/NAD

Sumber:Investor Daily