Ilustrasi pembunuhan.

Jakarta - Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, membekuk tujuh pelaku perampokan Kantor Unit Pegadaian Syariah, Jalan Letjen Suprapto No.34 Yogyakarta, di area pembelian tiket penyeberangan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Dua tersangka tewas tertembus timah panas petugas.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, mengatakan pengungkapan kasus berawal ketika Direskrimum Polda Metro Jaya mendengar informasi kejadian perampokan dengan senjata api di kantor Unit Pegadaian Syariah di Jalan Letjen Suprapto No.43.

"Kemudian, anggota Direskrimum Polda Metro Jaya, melakukan penelusuran dan penangkapan pada Rabu 3 April 2013, sekitar pukul 02.00, di tempat pembelian tiket penyeberangan Pelabuhan Merak Cilegon Banten," ujar Putut di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4).

Putut menuturkan, ada tujuh dari sembilan pelaku yang tertangkap. Sementara, dua orang berhasil melarikan diri.

"Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial MH (25), J alias DIN (40), CHD alias RB (29), RK alias I (22), DRM alias MWN (28), AS alias Al, dan DV (35). Sedangkan yang DPO berinisial IS alias I dan FHM," sebutnya.

Putut menambahkan, selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti pencurian di Pegadaian Syariah di Jalan Letjen Suprapto No.43 Yogyakarta.

"Pada saat dilakukan pengembangan untuk menunjukan senjata api yang digunakan dan pelaku lainnya, pelaku berinisial DRM alias MWN dan AS alias AL mencoba melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas penembakan. Pelaku meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," terangnya.

Selain mengamankan pelaku, ungkap Putut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit mobil, dua lembar bill pembayaran hotel di Yogyakarta, tiga batang batang emas (masing-masing seberat 100 gram, 50 gram dan 61 gram), du cincin emas, dua bandul sapi berwarna kuning emas, topi, kacamata, celana panjang, dan beberapa pasang sepatu.

"Setelah dicek ternyata nomor polisi kedua mobil barang bukti itu adalah palsu," katanya.

Menyoal apa jenis senjata api yang dipakai para pelaku, Putut belum bisa menyampaikan lantaran senjata itu dibawa pelaku yang DPO.

"Senjata api masih kita cari. Kemungkinan besar dibawa DPO. Dapat dari mana belum kami dapatkan juga. Para pelaku juga belum sempat menjual barang curian, karena kejadian belum sampai 24 jam. Jadi penadahnya belum tahu siapa. Tapi, nanti akan kami kembangkan bersama kepolisian Yogyakarta. Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara," tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika, menyampaikan kejadian perampokan Kantor Unit Pegadaian Syariah di Jalan Letjen Suprapto, No.43, Yogyakarta, terjadi pada tanggal 2 April 2013, sekitar jam 10.00.

"Total kerugian mencapai Rp6 miliar lebih (uang tunai Rp30 juta dan perhiasan Rp6 miliar). Selanjutnya, kami mendapatkan informasi dan melakukan penelusuran serta penangkapan," jelasnya.

Helmy mengungkapkan, IS alias IW yang masih buron, merupakan kapten atau otak dari komplotan ini. Ia berperan membuat perancanaan, menyiapkan alat, memegang senjata api, mengancam korban, dan eksekusi. Peran FHM juga sama dengan IS.

"Sementara MH dan JMD berperan menjadi sopir, CND dan RK eksekusi, DRM serta AS menunggu di luar dan mengawasi situasi sambil memegang senpi," tukasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati