Jakarta - Tak kunjung adanya penambahan armada bus sekolah atau revitalisasi bus sekolah, karena banyak yang sudah tak layak jalan, membuatnya banyak pihak menganggap Pemprov DKI mulai melupakan bus sekolah dan perlahan-lahan akan menghapus bus tersebut.

Pandangan tersebut dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia menegaskan Pemprov DKI tidak ada rencana menghapus bus sekolah yang sangat dibutuhkan para pelajar menuju sekolahnya masing-masing.

“Bus sekolah tidak dihapus. Kami hanya mengutamakan dulu pengadaan bus baru untuk angkutan umum. Tetapi ini bukan berarti bus sekolahnya kita hapus. Saya tekankan lagi bus sekolah tidak kami hapus,” tegas Ahok, Sabtu (11/5).

Mantan anggota Komisi II DPR RI ini juga membantah Pemprov DKI melakukan pembiaran terhadap bus sekolah yang sudah banyak tidak layak jalan. Pada prinsipnya, Pemprov DKI akan menyediakan angkutan umum yang diperuntukkan mulai dari pelajar hingga warga lanjut usia (lansia).

Tetapi, lanjutnya, pengadaan armada bus baru untuk angkutan umum lebih diprioritaskan. Karena selama pengadaan penambahan armada bus angkutan umum, pelajar dan lansia bisa menggunakan angkutan umum itu terlebih dahulu, sebelum adanya bus khusus untuk mereka.

“Kan pelajar atau lansia bisa gunakan bus baru itu dulu. Yang penting, tidak hanya nyaman, tapi tiketnya harus murah dan busnya longgar. Bukan soal spesial untuk golongan tertentu saja busnya. Tetapi kita akan mengarah ke sana, kita mau lebih spesial busnya,” imbuh Ahok.

Bila angkutan umum di Jakarta sudah lebih nyaman, lebih leluasa dan murah tiketnya, maka warga Jakarta diharapkan dapat pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sehingga kemacetan di Jakarta pun semakin berkurang dengan signifikan.

Baru setelah itu, Pemprov DKI akan melanjutkan untuk menambah armada bus sekolah dan bus khusus untuk lansia. “Kalau bus sekolah ditambah tapi kemacetan tidak berkurang, juga tidak nyaman kan. Makanya kita mau utamakan pengadaan bus baru untuk bus umum dulu. Baru bus sekolah kita perhatikan,” tukasnya.

Saat ini, total jumlah bus sekolah yang beroperasi di Jakarta akan mencapai 48 unit melayani sembilan rute. Dari jumlah tersebut, hanya 44 yang beroperasi secara rutin, sedangkan empat armada lainnya sebagai cadangan atau perawatan.

Rute bus yang dioperasikan PPD ini yakni, rute satu Lapangan Banteng-Kemayoran-Pulogadung. Rute dua melayani Plumpang-Sunter-Kemayoran. Rute tiga Cilincing-Tanjung Priok-Pulogadung, rute empat Pulogadung-Pondok Kopi, rute lima Kampung Melayu-TMII. Kemudian rute enam Kebayoran-Pasar Minggu, rute tujuh Pasar Minggu-Lenteng Agung, rute delapan Manggarai-Pasar Minggu, dan rute sembilan Cawang-Plumpang.

Adapun jam operasional bus sekolah ini dibagi dalam tiga giliran waktu atau shift. Yakni shift satu pukul 05.00-06.30 WIB, shift dua pukul 11.00-14.00 WIB, dan shift 3 pukul 14.30-18.30 WIB. Seluruh shift yang ada, diyakini sudah mampu menjawab kebutuhan pelajar terhadap bus sekolah tersebut.

Penulis: Lenny Tristia Tambun