Ilustrasi seorang guru sedang memberikan pelajaran kepada murid-muridnya

Jakarta - Banyaknya guru honorer yang menjerit minta diperbaiki kesejahteraan hidupnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mulai melakukan pembahasan nasib guru honorer yang turut meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta.

Hari ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Taufik Yudi Mulyanto sedang melakukan rapat bersama untuk membahas nasib tenaga guru honorer.

Sebelum rapat, Taufik menyatakan hingga saat ini tenaga pengajar honorer di Disdik DKI Jakarta ada sebanyak 11.051 guru. Mereka sudah diberikan honor sebesar Rp 400.000 per bulan ditambah tunjangan 20 persen dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Dari jumlah tersebut, guru honorer yang telah masuk dalam kategori dua atau telah mengabdi sejak tahun 2005 ke bawah, tercatat mencapai 6.500 orang. Sedangkan sisanya 4.551 orang merupakan guru honorer yang mulai mengajar sejak tahun 2006 ke atas.

“Guru honorer di Jakarta sudah diberikan honor plus tunjangan. Kita mau tingkatkan lagi kesejahteraannya. Ini yang mau saya bahas dengan Pak Wagub,” kata Taufik di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (16/5).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menyatakan pengangkatan guru honorer dan peningkatan kesejahteraannya akan diselesaikan setelah program peningkatan kesejahteraan dokter honorer rampung dilakukan.

Dia memastikan tingkat kesejahteraan guru honorer akan diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tenaga dan jasa guru honorer dinilai sangat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta.

Pemprov DKI akan mengupayakan gaji guru honorer diatas dari biaya Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta sebesar Rp 1.978.789 per bulan.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/FEB