Lembaran bahan uang dolar palsu.

Jakarta - Petugas kamar Hotel Fiducia di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), menemukan bahan uang kertas palsu pecahan 100 dolar Amerika Serikat (AS) sebanyak sekitar 24 ribu lembar. Lembaran bahan uang palsu yang jika dikonversi ke rupiah senilai sekitar Rp24 miliar tersebut, ditemukan saat petugas hotel bernama Suherman (35), membersihkan kamar hotel nomor 135 sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya tadi lagi membersihkan kamar, karena penghuninya sudah check out sejak pagi. Saya kaget, ada kertas warna hitam berbentuk uang di kolong tempat tidur," katanya, saat ditemui di Hotel Fiducia, Rabu (22/5) sore.

Dikatakan Suherman lagi, lembaran bahan uang dolar palsu berwarna hitam itu ditemukannya di kolong tempat tidur dan sudah terbungkus dalam plastik.

Belakangan, rekaman Camera Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sudut Hotel Fiducia pada Selasa (21/5), menunjukkan seorang pria dan wanita membawa koper dan memasuki kamar 135. Dua orang tersebut diketahui meninggalkan kamar hotel pada Rabu (22/5) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Diketahui, kedua orang berkewarganegaraan Oman tersebut, mulanya check in di hotel pada waktu berbeda, di kamar yang berbeda. Sang pria check in di kamar 125 pada Sabtu (18/5), sementara sang perempuan check in pada hari Senin (20/5) di kamar 135.

"Dari monitor CCTV, terlihat ada dua orang masuk kamar hotel bawa koper. Tapi saya juga nggak tahu, dia bawa apa," kata Suherman.

Setelah menemukan ribuan lembar bahan uang palsu tersebut, Suherman mengaku segera melapor ke Polsek Jatinegara yang saat ini menangani kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara, Iptu Ambarita mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan identitas pemilik bahan uang dolar palsu tersebut. Dua orang yang terekam di CCTV menurutnya belum tentu merupakan pemilik bahan uang dolar. Pasalnya, setiap kali tamu check out, petugas hanya membersihkan kamar seadanya, tidak sampai ke kolong tempat tidur.

"Ketika kami tanya, pembersihan kamar hotel secara menyeluruh setiap seminggu sekali. Bisa saja sebelum mereka menginap, bahan uang dolar palsu itu sudah ada di dalam kamar," kata Ambarita, saat ditemui di ruang kerjanya.

Berdasar pengamatan, lembaran bahan uang palsu tersebut masih berwarna hitam, seperti baru dicetak dengan menggunakan karbon. Namun begitu, gambar dan nominal 100 dolar AS sudah terlihat di lembaran tersebut.

 

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan