Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbicara kepada para wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Jakarta - Rencana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI melakukan hak interpelasi (hak bertanya) atas kesimpangsiuran pelaksanaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dinilai Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai langkah yang hanya gaya-gayaan saja.

“Itu kan hak bertanya saja. Tidak interpelasi juga sudah nanya-nanya kita, kok. Itu gaya-gayaan saja. Hak bertanya saja pakai interpelasi-interpelasi segala macam,” kata pria yang akrab disapa Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (24/5).

Karena itu, mantan Bupati Belitung Timur menganggap biasa saja keinginan DPRD DKI mengajukan hak interpelasi kepada eksekutif, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Justru dia mempertanyakan bagaimana Pemprov DKI bisa melakukan pemakzulan terhadap program KJS. Padahal, Pemprov DKI itu terdiri dari eksekutif dan legislatif yaitu DPRD DKI.

“Biasa-biasa saja. Semua hak tanya itu biasa. Lagian mana bisa dewan melakukan pemecatan. Itu namanya pemakzulan. Kalau cuma mau bertanya, ya panggil kita saja. Hak nanya saja belagu begitu. Kok pakai gaya tanda tangan-tanda tanganan?” keluh Ahok.

Hingga saat ini, jumlah anggota dewan yang setuju menjalankan hak interpelasi kepada eksekutif sudah mencapai 32 orang dari total anggota DPRD DKI sebanyak 94 orang. Jumlah tersebut diprediksikan akan bertambah. Setelah jumlahnya mencukupi untuk menjalankan hak interpelasi, berkas tanda tangan tersebut akan diserahkan kepada pemimpin dewan.

Hak interpelasi diajukan dewan untuk menanyakan program KJS yang tidak dikelola secara profesional sehingga mengakibatkan banyak rumah sakit yang mengeluh mengalami kerugian akibat membludaknya pasien.

Kemudian berimbas pada tagihan pembayaran program KJS dari rumah sakit yang sangat tinggi. Bahkan ditengarai, tagihan pembayaran program KJS sudah mencapai Rp 2 triliun lebih, melebihi dari anggaran KJS yang telah ditetapkan dalam APBD DKI sebesar Rp 1,2 triliun.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD