Ilustrasi tempat kejadian peristiwa (TKP).

Jakarta - Sembilan korban penculikan, mengalami penganiayaan dan tindakan keji, di Villa Gelatik Jalan Gandamanah RT03 RW12, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Salah satu korban, bahkan dipukul pakai batako hingga pingsan.

Salah satu korban, Ende (30), mengaku mendapat perlakuan sadis dari 14 pelaku penculikan itu. Beberapa luka lebam pun, masih nampak di wajah dan tubuhnya.

"Awalnya saya berniat membantu mereka (pelaku) untuk mencari Pipit. Tapi saya tidak tahu, kenapa malah saya yang dianiaya dan disekap sampai babak belur. Saya dibawa ke kontrakan, diborgol, ditendang, dipukul, kepala saya dihantam pakai batako sampai pingsan. Saya juga diancam mau dibunuh," ujar Ende, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/6).

Dikatakan Ende, walaupun umur pelaku rata-rata masih muda, namun tindakan mereka sangat kejam.

"Para pelaku sangat kejam. Beruntung saya bisa bebas dalam keadaan hidup. Mereka masih muda-muda, tapi sangat sadis perbuatannya," tambahnya.

Ia melanjutkan, semua korban mengalami penganiayaan hingga babak belur.

"Ada yang dipukul pakai tangan kosong, ditendang, dipukul pakai balok kayu, tangannya diborgol, ada yang pingsan lalu dimasukan ke kamar mandi dan disiram, korban Khotib bahkan dilumuri balsem mukanya," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, anggota Polresta Bekasi membekuk enam dari 14 pelaku penculikan, di Villa Gelatik Jalan Gandamanah RT03 RW12, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/6) lalu. Empat dari enam tersangka itu ditembak kakinya.

Para pelaku, menjemput para korban di suatu tempat. Satu persatu korban diculik sejak tanggal 3 Juni 2013 sampai tanggal 7 Juni 2013. Modus pelaku, menuduh korban sebagai penadah mobil rental atau pemegang gadai. Sebelum menjemput, pelaku menelepon para korban yang memang memiliki kerja sampingan sebagai perantara penjualan mobil.

Kemudian, seluruh korban dibawa ke daerah Puncak, di Villa Gelatik, Jalan Gandamanah RT03 RW12, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya, para tersangka melakukan penganiayaan terhadap para korban.

Polresta Bekasi mendapat laporan penculikan dari salah satu keluarga korban atas nama Khairudin, Jumat (7/6), sekitar pukul 13.30 WIB. Merespon laporan itu, anggota melakukan penelusuran.

Seluruh korban akhirnya berhasil dibebaskan, Sabtu (8/6), sekitar pukul 10.00 WIB. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa lima unit mobil, delapan telepon genggam, satu borgol, kabel listrik, kunci roda, tiga rol lakban, kunci stir dalam keadaan patah bernoda darah, uang Rp 420 ribu, delapan ATM, delapan lembar resi bukti transfer, dan dua lembar STNK.

Para tersangka dijerat Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan orang, Pasal 328, dan Pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Penulis: Bayu Marhaenjati