Imigran gelap asal Iran yang terlibat bentrok dengan petugas bandara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Jakarta - Sebanyak 19 imigran gelap asal Iran terlibat keributan dengan petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan polisi bandara di ruang keberangkatan B7 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (2/7), sekitar pukul 16.37 WIB. Keributan diawali saat para imigran hendak dibawa oleh petugas untuk diperiksa.

Diduga karena melawan, para petugas pun memberikan tindakan keras. Tak hanya menyetrum, para petugas juga memukul sejumlah imigran, hingga berdarah.

Hal tersebut membuat kejadian semakin kisruh. Para imigran berteriak-teriak dan membuat para calon penumpang yang memadati bandara ketakutan.

Di tengah-tengah kekisruhan, sebagian calon penumpang sempat mengabadikan peristiwa itu dengan kamera mereka. Namun, petugas langsung bertindak, dan meminta calon penumpang untuk menghapus gambar yang telah mereka dapatkan.

Pun dengan para wartawan. Dengan nada agak mengancam, petugas imigrasi meminta wartawan untuk tidak memuat peristiwa ini. Namun, hal itu tak digubris.

Mencoba menjelaskan, petugas bandara yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa para imigran gelap tersebut masuk dari Sulawsi. Mereka hendak mencari suaka di Jakarta. Namun karena kedapatan tidak memiliki berkas, para imigran akhirnya dikirim ke Pontianak, untuk selanjutnya dideportasi.

Dia melanjutkan bahwa petugas sebetulnya telah bersikap baik. Bahkan, petugas juga sempat memberikan makanan kepada para imigran.

"Sejak pukul 13.00 kami sudah memperlakukan mereka dengan baik. Kami juga menyediakan makanan untuk mereka. Tapi, makanan itu dilempar, dan mencoba melawan," kata petugas itu.

Sementara itu, sejumlah penumpang mengeluhkan peristiwa ini. Mereka mempertanyakan soal prosedur membawa imigran di bandara.

"Apa tidak ada jalur lain untuk membawa imigran-imigran ini. Kenapa dibawa ke area penumpang? Kalau tadi terjadi baku hantam kan bisa membahayakan penumpang," kata seorang penumpang, Henry.

Menurutnya, penanganan masalah seperti itu hendaknya tidak dilakukan di area penumpang. "Masak tidak ada jalur lain? Saya tidak tahu peraturannya, tapi ini tidak baik untuk 'image' bandara kita," imbuhnya.

Seorang penumpang lain, Ningsih, bahkan mempertanyakan cara petugas membawa para imigran tersebut. "Saya tidak tahu siapa mereka. Tapi coba imigran kita diperlakukan begitu di luar negeri, kan kasihan," ujarnya.

Penulis: Y-9

Sumber: Suara Pembaruan