PLTGU Bekasi Power Perkuat Sistem Kelistrikan Bekasi-Kerawang

PLTGU Bekasi Power Perkuat Sistem Kelistrikan Bekasi-Kerawang
Ilustrasi kabel listrik PLN. ( Foto: ANTARA FOTO )
Rangga Prakoso Rabu, 3 Juli 2013 | 17:24 WIB

Bekasi - Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 130 megawatt (MW) di Bekasi, Jawa Barat yang dioperasikan PT Bekasi Power memperkuat sistem kelistrikan Bekasi-Kerawang melalui gardu induk Cibatu milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLTGU ini mulai dibangun sekitar tahun 2007.

Direktur Utama Bekasi Power S.D. Darmono mengatakan PLTGU ini sudah dioperasikan secara komersil sejak Januari 2013 kemarin. Seluruh tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini dibeli oleh PLN.

"Omset penjualan listrik ke PLN pada tahun ini mencapai Rp 1 triliun karena sudah pasti 100 persen terjual," kata Darmono dalam konpers peresmian PLTU di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (03/07).

Darmono yang juga menjabat sebagai CEO PT Jababeka mengungkapkan pembangunan PLTGU didasari oleh faktor untuk menarik investor. Menurutnya para investor yang masuk ke suatu daerah ingin kepastian kegiatan operasional perusahaannya dapat berjalan dengan baik. Daerah industri yang lengkap infrastrukturnya tentunya akan diminati para investor.

Ketersediaan listrik sebagai salah satu penunjang kegiatan operasional perusahaan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Darmono menyebut kerjasama pemerintah dengan swasta menjadi kunci keberhasilan pemenuhan daya listrik.

"Maka kerjasama Bekasi Power dengan PLN sebagai upaya ikut serta berkontribusi dalam program pemerintah," jelasnya.

Kedepan, lanjut Darmono, pihaknya akan melakukan pembangunan kota-kota mandiri di sejumlah daerah antara lain di Kendal, Tanjung Lesung, Cilegon dan Morotai. Apabila di daerah tersebut memerlukan tambahan pasokan listrik maka pembangkit listrik pun ikut digarap.

Managing Director Bekasi Power, Teguh Setiawan menambahkan pasokan gas PLTGU ini berasal dari PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara. Kebutuhan gas per hari untuk membangkitkan listrik sebesar 23 MMBTU. Teguh tidak menyebutkan besaran harga beli gas tersebut. Dia hanya menyatakan Bekasi Power membelinya dengan harga pasar.

"Pasokan gas secara umum tidak ada masalah. Pertamina dan PGN masing-masing memasok setengah dari kebutuhan kami," jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Operasi Jawa-Bali dan Sumatera PLN, Ngurah Adnyana menjelaskan kontrak perjanjian jual beli daya listrik ini sampai 20 tahun. 130 MW yang dihasilkan PLTGU diserap seluruhnya oleh PLN dan kemudian masuk ke dalam sistem kelistrikan. Pasokan listrik itu kemudian disalurkan PLN kepada semua pelanggan tidak hanya kepada sektor industri.

"Kami membeli dengan harga Rp 1.050 per Kwh dan menjualnya diatas sedikit dari itu," jelasnya.

Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengapresiasi pengoperasian PLTGU ini. Dia mengungkapkan PLN dan pemerintah hanya bisa memenuhi kebutuhan listrik sekitar 60 persen. Guna memenuhi sisa kebutuhan itu diharapkan peran serta swasta.

 

CLOSE