Jakarta - Setidaknya tercatat 30 rumah yang berada di Gang Tablo, Jalan Kayu Mas Raya, RT 13/10, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung hangus dalam kebakaran yang terjadi pada Rabu (3/7) malam. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 900.000.000. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun seorang warga pingsan karena tersengat aliran listrik.

Jarot, Ketua RT 13 menuturkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu diduga akibat konsleting listrik di rumah seorang warganya bernama Sunaryo (32). Salah satu dudukan lampu di lantai dua rumah itu meleleh dan langsung membakar kabel listrik. Api kemudian merembet ke eternit rumah tersebut. Melihat api menyala di rumahnya, Sunaryo, panik dan meminta bantuan kepada Jarot.

"Saya langsung berusaha memadamkan api. Dua unit Apar (Alat Pemadam Api Ringan) sudah habis, tapi apinya terus membesar dengan cepat," kata Jarot.

Warga yang kemudian berdatanga, tak mampu memadamkan api yang telah menjalar ke rumah lainnya. 32 unit mobil pemadam kebakaran baru dapat memadamkan api sekitar satu jam setelah 30 rumah hangus terbakar.

"Untuk pemadaman kali ini kami dibantu dua unit mobil pemadam dari Jakarta Pusat dan tiga unit dari Jakarta Utara," Perwira Piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin PKPB) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (3/7).

Dikatakan Gatot, 30 rumah yang menjadi korban dalam kebakaran kali ini dihuni oleh sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) dengan sekitar 150 jiwa. Meski tidak ada korban jiwa, Gatot mengatakan seorang warga RT 12/10 bernama Sudomo (55) tersengat aliran listrik dan jatuh pingsan.

Santo, petugas dari Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur mengatakan, berdasar informasi yang dihimpunnya, mengatakan korban tersengat aliran listrik dari sebuah kabel saat membantu memadamkan api di lantai dua sebuah rumah yang menjadi korban kebakaran. Akibatnya, korban terjatuh dan langsung pingsan.

"Korban pingsan setelah jatuh akibat tersengat listrik tersebut, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP)," katanya.

Ratusan warga yang menjadi korban kebakaran ini terpaksa mengungsi di tenda yang akan disiapkan pihak Kelurahan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak RT dan RW serta instansi terkait untuk menangani tanggap darurat paska kebakaran. Satpol PP akan menyiapkan tenda pengungsian, sementara Suku Dinas Sosial dibantu Tagana akan menyiapkan logistiknya," kata Lurah Pulogadung, Imbang Santoso.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan