Ahok

Jakarta - Warga Fatmawati, Jakarta Selatan yang menolak pembangunan stasiun layang Mass Rapid Transit (MRT) melaporkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Polda Metro Jaya. Mereka melaporkan Ahok karena mengingkari janji kampanye tentang pembangunan MRT Jakarta di kawasan Fatmawati.

Mendengar tindakan pelaporan tersebut, Ahok menanggapi santai saja. Dikatakannya tindakan itu hal yang wajar dan merupakan hak mereka sebagai warga negara Indonesia. "Tidak apa-apa, kok. Lapor saja. Dia lapor, bebas kok. Lagian itu kan hak mereka juga," kata Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (26/7).

Bahkan, Ahok meminta media atau wartawan untuk tidak terus menerus memberitakan tindakan dan kecaman yang dilakukan warga Fatmawati. Pemberitaan yang terus menerus dan banyak dibaca orang melalui media massa, akan membuat mereka semakin senang. Karena mereka semakin terkenal di mata publik sehingga membuka peluang bagi mereka untuk melakukan penolakan.

"Sudahlah, tidak usah buang energi kalian untuk beritakan mereka. Karena mereka tambah senang, tambah ngetop," ujarnya.

Warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya. Ahok dianggap melanggar janji kampanye setelah terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Basuki dilaporkan Masyarakat Peduli MRT ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus tertanggal 22 Juli 2013 untuk kasus penyampaian berita bohong ke masyarakat dengan pengenaan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE.

Masyarakat Peduli MRT juga sempat menyindir Basuki melalui Youtube dengan video berjudul, "Ahok: Emang Gue Pikirin MRT, Pusat aja gendeng bikin PT MRT". Video tersebut dibuat untuk mengingatkan para pemimpin jangan sekadar mengumbar janji ketika kampanye, kalau tidak bisa melakukannya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD