Sejumlah siwa SD mencuci tangan mereka dengan air
"Acara ini mengajak anak-anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat dengan mandi dan menyikat gigi secara teratur, dan tentunya mencuci tangan memakai sabun,"

Sekitar 3.100 anak memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se-dunia KE-4 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (15/10). Turut hadir dalam acara itu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan tema pada HCTPS kali adalah 'Cuci Tangan Pakai Sabun Sebagai Upaya Promotif dan Preventif Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak'. "Acara ini mengajak anak-anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat dengan mandi dan menyikat gigi secara teratur, dan tentunya mencuci tangan memakai sabun," jelasnya.

Cuci tangan dengan sabun ini, Menkes mengingatkan, dilakukan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar dan buang air kecil, serta sebelum menyiapkan makanan dan sesudah mengganti popok bayi.

"Ibu berpesan supaya anak-anak selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan pakai sabun ini mencegah penyakit diare, flu, termasuk flu burung," kata Menkes.

HCTPS diperingati lebih dari 70 negara di dunia dan merupakan upaya untuk meningkatkan budaya cuci tangan pakai sabun secara global.

Mengutip hasil studi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WH0), perilaku cuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka diare, sebanyak 45 persen dan mampu menurunkan kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), serta flu burung hingga 50 persen.

Hasil kajian Morbiditas Diare pada 2010 oleh Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, memperlihatkan berbagai kampanye, sosialisasi, dan advokasi melalui HCTPS selama beberapa tahun terakhir mampu meningkatkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar.

Penulis:

Sumber:Antara