Ilustrasi Kecelakaan

Jakarta -  Dalam kurun waktu sekitar dua jam, tiga kecelakaan terjadi di Jakarta Timur, Rabu (25/9) sore. Tiga korban meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat empat remaja berusia belasan tahun mencoba untuk memberhentikan sebuah truk di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di sekitar Stasiun Buaran, Jakarta Timur. Tiga remaja berhasil menaiki truk berplat nomor B9970WC yang melaju dari arah Klender ke arah Bekasi itu. Namun, seorang remaja lainnya yang diketahui bernama Irvan (13) terjatuh karena terpeleset.

"Korban yang jatuh kemudian terlindas ban kiri belakang truk dan mengalami luka parah. Kepala korban retak, kening robek, dada memar, lengan dan paha kanan memar," kata Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono kepada wartawan, Rabu (25/9) malam.

Dikatakan Agung, korban yang mengalami luka parah meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Sementara sopir truk yang diketahui berinisial HP (32) diamankan di Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur untuk dimintai keterangan.

"Dua orang saksi sudah kami periksa untuk mendalami kasus ini. Korban meninggal dunia sudah dibawa oleh keluarga ke rumah," katanya.

Tak lama berselang, sekitar pukul 17.45 WIB, masih di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di sekitar Shelter Bus Transjakarta Kampung Sumur, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan dua pengendara motor bernama Khaerudin (23) dan Hana (20) serta seorang pejalan kaki. Khaerudin dan pejalan kaki yang belum diketahui identitasnya tewas dalam peristiwa ini.

Romadoni (30) petugas Transjakarta yang menjadi saksi peristiwa ini menuturkan, motor Suzuki Satria F150 berplat nomor B3248KLM yang dikendarai Khaerudin melaju beriringan dengan motor Yamaha Vixion berplat nomor B3378TLC yang dikendarai Hana dari arah Pondok Kopi menuju Klender.

Di sekitar lokasi kejadian, kedua pengendara dikagetkan dengan seorang pria yang menyeberang jalan. Dikarenakan tak bisa mengendalikan kemudi sepeda motor, kedua korban saling bersenggolan.

Motor Khaerudin kemudian menabrak pejalan kaki sebelum akhirnya terpental dan kepalanya membentur separator jalan. Khaerudin tewas seketika. Sementara pria penyeberang jalan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

"Dua motor jalan barengan, tiba-tiba harus ngindarin orang yang nyeberang. Motor yang satu oleng menabrak motor yang ada di sampingnya. Satu motor terpental dan menabrak pejalan kaki sebelum akhirnya jatuh dan terkena separator jalan," kata Romadoni.

Berdasar informasi, Khaerudin dan Hana rencananya hendak menuju tempat kerja mereka di Schneider Electric di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam waktu dekat, Khaerudin berencana untuk menikah.

"Rencananya begitu, tapi baru teman-teman dekat yang tahu. Menikahnya setelah Idul Adha," kata salah seorang rekan korban bernama Waskito.

Akibat peristiwa kecelakaaan ini, lalu lintas Jalan I Gusti Ngurah Rai sempat mengalami kemacetan hingga ke daerah Pondok Kopi karena warga yang penasaran mengerubungi jenasah Khaerudin. Sekitar pukul 20.20 WIB, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan menggunakan mobil truk milik perusahaan korban.

Sementara korban Hana diketahui mengalami luka ringan dan shock.

Kecelakaan ketiga terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Raden Inten, Jakarta Timur yang melibatkan dua pengendara sepeda motor. Kedua korban mengalami cedera berat. 

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/FMB

Sumber:Suara Pembaruan