Holly Angela Hayu, korban pembunuhan di apartement Kalibata City

Jakarta - Jejak pria misterius yang tewas terjun di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, pembunuh Holly Angela Hayu diduga tersimpan di handphone (HP) wanita berparas ayu yang menjadi korban pembantaian sadis tersebut.

“Diperkirakan jejak pelaku ada di handphone korban,” ujar sumber di kepolisian, Rabu (2/10).

Sebelum ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan di lantai 9 Menara Ebony apartemen tersebut, wanita berusia 37 itu terdengar suara pilu minta tolong dari dalam ruang unit tempat tinggalnya, Senin (30/9) sekitar pukul 21.20 WIB.

Pelaku diperkirakan sudah mengenal korban. Selain skandal pembunuhan keji yang masuk dalam kategori menonjol di wilayah ibukota selama tahun 2013 ini diperkirakan telah direncanakan. Pasalnya, di lokasi kejadian tidak ada barang yang hilang atau berserakan.

Motif pelaku berusia sekitar 40 tahun dengan ciri ganteng dan tubuh gemuk kulit putih itu yang kemungkinan dendam atau terkait hubungan tertentu lainnya menjadi target penyelidikan petugas.

Pembantaian Holly sengaja tidak membawa identitas adalah kemungkinan bagian strategi menghilangkan jejak.

Penyelidikan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap suami Holly berinisial GS adalah auditor eksekutif BPK yang saat ini berada di Australia dan pekan ini segera tiba di Jakarta.

Jenazah pelaku kini disimpan di kamar mayat RSCM untuk kepentingan penyelidikan, selain diberikan kesempatan warga yang mengenal ciri pelaku agar melihat ke rumah sakit tersebut. Sedangkan jenazah Holly dibawa ke Salatiga, Jawa Tengah, untuk dilakukan pemakaman di sana.

Petugas gabungan Polsek Metro Pancoran dan Polres Metro Jakarta Selatan sampai Selasa (2/10) selain mendalami keterangan sejumlah saksi juga masih menyelidiki rekaman CCTV di sekitar lantai 9 apartemen terutama di menara Ebony adalah tempat tinggal keluarga Holly.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadinigrat mengatakan penanganan kasus kematian seorang pria tanpa identitas dan Holly di apartemen Kalibata City sampai Selasa ini masih dalam penyelidikan intensif petugas di lapangan.

“Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih berlangsung, demikian terkait masukan-masukan dan temuan bukti di lapangan antara lain, sidik jari juga dikembangkan dalam rangka melengkapi penyelidikan,” ujar Kapolres kepada SP.

Suara Pembaruan

Penulis: G-5/YUD

Sumber:Suara Pembaruan