Ilustrasi Kombes Pol. Rikwanto (kiri)

Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kasus pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu (37), merupakan kategori pembunuhan berencana. Para pelaku terancam hukuman mati.

"Mereka terancam pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 KUHP dengan hukuman maksimal mati," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/10).

Rikwanto mengatakan berdasarkan keterangan tersangka Surya Hakim alias S (45) dan Abdul Latif alias AL (58), komplotan mereka sudah merencanakan untuk menganiaya Holly. Seperti menyewa kamar di Lantai 6 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City dan menyiapkan peti musik untuk menyimpan korban.

Bahkan, lanjut Rikwanto, para pelaku juga berencana membuang mayat Holly ke laut. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pelaku juga telah menyewa kapal untuk membawa korban ke tengah laut.

"Dalam pemeriksaan keterangan yang diambil, belum ke arah sana (sewa kapal). Yang jelas mereka sampaikan salah satu alternatif menghilangkan jejak adalah dibuang ke laut. Namun, ke laut mana, dengan cara apa, belum sampai ke situ," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara, komplotan pembunuh Holly berencana memasukan jenazah korban ke dalam peti alat musik, kemudian membuangnya ke laut.

Selain itu, mereka juga telah menyiapkan dua kantong plastik sampah besar untuk membungkus mayat Holly. Pun tali untuk mengikat dan kopi untuk menghilangkan bau.

Penulis: Bayu Marhaenjati