Ilustrasi garis polisi.

Jakarta - Anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Timur berinisial Brigadir W, menjadi korban pengeroyokan oknum anggota Kopassus, saat melakukan penggerebekan di Hotel Puri Cataglak, Condet, Jakarta Timur, dini hari tadi. Tak hanya mengalami luka-luka, senjata api milik korban juga dirampas.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan kronologi kejadian berawal ketika Anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Timur mendapatkan informasi, jika di Hotel Cataglak sering terjadi transaksi narkoba.

"Kemudian, Unit II Narkoba Polres Jakarta Timur melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel tersebut. Ketika pintu kamar diketuk dan dibuka, anggota langsung masuk," ujar Rikwanto, Selasa (19/11).

Dikatakan Rikwanto, saat anggota masuk, pelaku langsung menodongkan senjata api kepada anggota sambil berteriak memanggil teman-temannya di kamar lain.

"Teman-temannya sebanyak kurang lebih sebelas orang langsung keluar dan menyerang, menganiaya serta merampas senpi anggota," bilangnya.

Sejurus kemudian, pelaku langsung melarikan diri. Namun, mobil mereka tertinggal di tempat kejadian perkara.

"Lalu, dilakukan koordinasi dengan Den Pom (Detasemen Polisi Militer) Jakarta Timur dan menelusuri pemilik mobil tersebut dan ternyata milik anggota Kopassus," katanya.

Setelah melakukan koordinasi, sambungnya, senjata api yang sempat dirampas akhirnya dikembalikan Wakil Komandan Grup Kopassus melalui Den Pom. "Jadi, saat ini senjata api itu sudah dikembalikan," imbuhnya.

Rikwanto menuturkan, oknum anggota Kopassus yang melakukan pengeroyokan itu selanjutnya diproses oleh Den Pom TNI, karena di kamar hotel juga ditemukan beberapa alat hisap sabu atau bong.

"Sementara, anggota Satuan Narkoba yang diserang, mengalami luka di kepala dan muka. Namun hanya rawat jalan," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, oknum anggota Kopassus yang merampas senjata dan melakukan pengeroyokan itu berinisial H berpangkat Sersan Satu, anggota Grup 3 Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

 

Penulis: Bayu Marhaenjati