Ilustrasi guru sedang mengajar.

Jakarta - Setelah dilakukan tes kompetensi bidang dan manajerial ulang pada 24 Januari lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah mengantongi hasil lelang jabatan kepala sekolah.

Dari 363 peserta yang mengikuti tes ulang, hanya 176 orang yang dinyatakan lulus. Karena formasi yang tersedia sejumlah tersebut, terdiri dari 62 formasi untuk kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 114 formasi untuk kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun mengatakan hasil lelang jabatan kepala sekolah telah ada. Kini sedang disiapkan laporannya oleh pihak penyelenggara yaitu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI. Laporan hasil lelang jabatan kepala sekolah akan disampaikan BKD kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Sudah ada hasilnya. Sekarang sedang disiapkan laporan dari penyelenggara, dalam hal ini BKD DKI. Nanti dilaporkan kepada Gubernur DKI,” kata Lasro Marbun di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (25/2).

BKD DKI akan mempresentasikan hasil lelang jabatan kepala sekolah tersebut dihadapan Gubernur. Presentasi tersebut bukan hanya untuk memberitahukan peserta yang lulus lelang jabatan dan memenuhi syarat. Tetapi juga untuk menggambarkan apakah ada koreksi dalam penggunaan kewenangan tersebut.

“Dari dua hal itu, pimpinan akan memutuskan pengangkatan kepala sekolah dalam waktu yang secepatnya. Karena bulan April akan segera dilaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAN). Bahkan SMK sudah UAN dari Februari untuk Ujian Keterampilan Kejuruan (UKK). Jadi pengangkatan kepala sekolah ini sudah sangat ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 363 peserta lelang jabatan kepala sekolah (kepsek) mengikuti tes kompetensi bidang dan manajerial ulang. Pelaksanaan tes ulang tersebut dilakukan Jumat (24/1) di ruang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan, dari total peserta lelang jabatan kepala sekolah sebanyak 1.420 orang, sebanyak 363 orang yang mengikuti tes kompetensi bidang dan manajerial ulang.

Mereka yang ikut tes ulang merupakan pelamar yang tidak lolos tes kompetensi bidang atau yang tidak menghadiri tes kompetensi manajerial.

“Dari total jumlah peserta, sebanyak 928 peserta sudah ikut tes sebelum diulang. Mereka dinyatakan lolos. Nah, yang ikut tes ulang, yaitu peserta yang belum ikut tes manajerial dan tes ulangan kompetensi bidang. Jumlahnya ada 363 peserta,” kata Made.

Pelaksanaan tes kompetensi bidang ulang ini dilakukan karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak mau ada celah berbuat kecurangan.

Alasannya, ada pihak yang melaporkan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan tes lelang jabatan kepsek.

Semua pakar dan ahli yang terlibat dalam penyusunan soal menandatangani pakta integritas dan berita acara kerahasiaan soal ujian. Langkah ini dilakukan untuk melindungi para peserta ujian dan kasus dugaan kecurangan soal ujian tidak terulang lagi.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/FEB