Ahok Bantah Prabowo Beri Dana Pilgub DKI Rp 60 Miliar

Ilustrasi Ahok dan Prabowo Subianto (Istimewa)

Oleh: Lenny Tristia Tambun | Selasa, 1 April 2014 | 18:23 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah dia dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menerima dana kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2012 dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Soebianto sebesar Rp60 miliar.

“Mana ada segitu. Yang sebenarnya terjadi kalau menurut saya, beliau mungkin keluar itu karena beliau iklan di TV. Iklan di TV disitu ada muncul saya dan Jokowi lagi jalan. Jadi bukan iklannya DKI,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (1/4).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan seluruh pendapatan dan pengeluaran biaya kampanye sewaktu Pilgub DKI 2012 telah dilaporkan secara detail kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Diperkirakan biaya kampanye yang dihabiskan waktu itu sekitar puluhan miliar rupiah.

“Pada waktu itu habis uang pada waktu kampanye di TV. Kami nggak pernah kampanye di TV. Kita laporin kok pada waktu itu cuma habis berapa puluhan atau berapa belas miliaran rupiah,” ujarnya.

Dana kampanye tersebut tidak semuanya dari Prabowo. Melainkan ada perusahaan-perusahaan yang memberikan sumbangan untuk kepentingan kampanye pasangan Jokowi-Ahok. Salah satunya grup perusahaan ABC memberikan dana sebesar Rp 4,5 miliar.

Nggak. Kalau nyumbang ada nama penyumbang jelas kok. Dari grupnya ABC saja Rp4,5 miliar, saya tahu karena dia resmi kirim pakai perusahaannya. Kalau besaran sumbangan Pak Prabowo saya nggak tahu. Mungkin dia habiskan uang ya karena itu tadi, iklan Pak Probowo yang ada kami,” terangnya.

Ahok juga mengatakan PDIP turut mencari dana kampanye, namun dia tidak mengetahui besaran sumbangan dana kampanye dari PDIP. “Mereka juga cari kok, dari PDIP gerakin langsung ke bawah. Saya nggak tahu jumlahnya, soalnya nggak pegang duitnya,” kata pria berkacamata ini.

Terhadap renggangnya hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan Prabowo, mantan anggota DPR RI ini menegaskan tidak mau mencampuri urusan itu. Dia hanya bisa berdoa agar hubungan keduanya kembali membaik.

“Ya saya nggak mau campurin. Itu kan sudah level atas. Sudah orangtua. Kalau anak sama orangtua gimana sih. Jadi berdoa sajalah,” imbuhnya.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT