Bank Dunia Danai Pengerukan 13 Sungai di Jakarta

Bank Dunia Danai Pengerukan 13 Sungai di Jakarta
Petugas sedang membersihkan sampah plastik di Banjir Kanal Timur ( Foto: JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya )
/ FER Kamis, 24 November 2011 | 06:19 WIB
Pengerukan sungai-sungai di Jakarta dimulai Maret 2012.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan program pengerukan sungai atau "Jakarta Emergency Dredging Initiative" dimulai pada Maret 2012.

Program JEDI akan didanai melalui pinjaman Bank Dunia dengan konsep kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta, di mana Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas pengerjaaan sebanyak 10 dari 13 sungai, satu kanal, dan empat waduk, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, dua peraturan pemerintah (PP) telah disepakati untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia sebesar 150,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,35 triliun telah direvisi.

"Tidak perlu lagi SK Menteri Keuangan. Kedua PP tersebut sudah cukup dan memenuhi persyaratan agar pinjaman bisa diturunkan kepada pusat dan daerah. Pembagian pinjaman Rp1,35 triliun itu adalah pinjaman Pemerintah Pusat Rp631 miliar (46,6 persen), dan pinjaman Pemprov DKI Jakarta Rp724 miliar (53,4 persen)," katanya.

Ia menjelaskan revisi kedua PP yakni PP No 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri yang merupakan revisi PP No 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Dan PP 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah menggantikan PP Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Dan/Atau Penerimaan Hibah Serta Penerusan Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri.

"Saya kecewa karena proses penerbitan kedua PP tersebut memakan waktu sangat lama. Saya bilang apa pun yang telah diputuskan, yang penting harus cepat mengerjakannya," jelasnya.

Namun, lanjut Foke, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan pelaksanaan pengerukan sungai baru akan dimulai pada awal Maret 2012.

Pemprov DKI menghendaki setelah PP resmi diterbitkan pada November, proses pengerukan ke-13 sungai sudah bisa dijalankan untuk menghadapi musim hujan 2011.

"Sayangnya, pemerintah pusat menentukan pengerjaan pengerukan sungai bukan untuk musim hujan tahun ini, melainkan untuk persiapan musim hujan tahun depan dan tahun-tahun yang akan datang," tuturnya

Pemprov DKI akan melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat agar tidak sekadar melakukan pengerukan sungai, kemudian membiarkan air sungai mengalir ke laut.

"Harus dibangun saluran air berupa sodetan air yang mengalirkan air ke-13 sungai ke suatu wadah berbentuk waduk sehingga bisa dijadikan sebagai parkir air. Air waduk tersebut bisa digunakan untuk ketersediaan air baku bagi pengolahan air bersih warga Jakarta," ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo mengungkapkan, desain pengerukan ke-13 sungai tersebut sudah diselesaikan konsultan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Setahu saya semua persiapan pengerukan 13 sungai sudah siap semua, tinggal ada aba-aba laksanakan, ya kami laksanakan saja," ungkapnya.

Sebanyak 10 sungai, empat waduk, dan kanal yang akan dikeruk dan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI yaitu Sungai Grogol, Sungai Sekretaris, Sungai Krukut, Sungai Cideng, Sungai Pakin, Sungai Kali Besar, Sungai Ciliwung, Sungai Gunung Sahari, Sungai Sentiong dan Sungai Sunter.

Empat waduk dan kanal yaitu Waduk Melati, Waduk Sunter Utara, Waduk Sunter Selatan dan Waduk Sunter Timur II dan Kanal Banjir Barat (KBB).
Sumber: Antara
CLOSE